Kamis, 25 Agustus 2011

Lamno Banjir

ilustrasi
ACEH MINUTES] LAMNO -Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya, sejak pukul 18.40 WIB, Rabu (24/8/2011) mengakibatkan beberapa desa di kawasan itu terendam banjir. Di Desa Meudhen, Sapek, dan ibu kota Lamno ketinggian air mencapai 50 cm.

Salah seorang tokoh masyarakat di Lamno, Memet alias Tgk Aceh warga Desa Meudhen, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya kepada Serambinews.com mengatakan, banjir yang terjadi telah mengakibatkan rumah warga dan sejumlah barang dalam toko di ibu kota Lamno ikut terendam.

Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun masyarakat mulai resah dengan bajir yang terjadi.

"Dalam toko saya sudah 50 cm air di dalamnya, sementara ratusan hektar padi yang berumur sekitar 25 hari yang baru ditanam telah diremdam oleh banjir tersebut. sumber: serambinews.com

Tripoli's $400 hotel is prison to journalists

ACEH MINUTES] TRIPOLIDozens of journalists have been trapped for days in the luxury Rixos Hotel, kept there by government enforcers whose weaponry has convinced them of the wisdom of staying put.

Take the reports that Seif al-Islam, a favored son of Libyan leader Moammar Gadhafi and one-time heir-apparent to his desert regime, had been captured by rebel fighters as they stormed through the city.

But here he was, confident and smiling in his camouflage pants and army-green T-shirt, turning up out of the night early Tuesday at the Rixos.

He flashed a big smile and a V-for-victory sign.

"You've missed a great story. So come on with us, we're going to hit the hottest spots in Tripoli," Seif told me.

A group of journalists piled into a second car, and we followed him and his gunmen through the dark as he drove through town. He stopped occasionally to lean from the car and wave to supporters chanting government slogans.

He looked confident and defiant. Along with his father, he is wanted by the International Criminal Court on charges of crimes against humanity, but he had a message he wanted to send to the world: Gadhafi was still in power, still fighting, still had support.

We spun off to the entrance to Gadhafi's nearby headquarters, Bab al-Aziziya, where about 200 men, volunteers defending the regime, were waiting for weapons. They were chanting and screaming as they waited for the guns.

Then the gunmen took us back to the hotel.

Back to the $400-a-night prison, with a spa but no power or air conditioning, with candlelight but no romance. With the sound of machine gunfire outside and bullets whistling past the windows, smoke hovering over the Libyan capital.

We might have been in the middle of much of Tripoli's fighting, but we saw little of it close up. Other than that short interlude, we have been here for days, surrounded by the combat. sumber: The jakarta post

Giliran Qaddafi Berjanji Terus Melawan

ACEH MINUTES] TRIPOLI - Setelah Selasa (23/8) pagi Seif al-Islam, putra Moammar Qaddafi, bersumpah akan melawan pemberontak, kini giliran sang ayah yang mengeluarkan pernyataan serupa.

Sebuah saluran televisi pro-Qaddafi mengutip pernyataan diktator Libya itu bahwa ia mundur dari lingkungan Tripoli adalah langkah taktis setelah 64 serangan udara NATO memporak-porandakannya. Televisi Al-Rai menyatakan Rabu (24/8) ini akan menyiarkan secara utuh pernyataan Qaddafi yang berjanji pasukannya akan melawan agresi dengan kekuatan penuh sampai menang atau mati.

Juru bicara pemerintah juga mengeluarkan pernyataan di stasiun televisi yang sama. ''Kami akan kembali untuk mengambil Tripoli kembali,” ujarnya.

Qaddafi beserta pasukannya menghilang ketika pemberontak berhasil memasuki kompleks tempat tinggalnya pada hari Selasa (23/8). Seperti dikutip dari Al Jazeera, para pemberontak menerobos gerbang Bab al-Aiziya dan berhasil memasuki benteng pemerintah ibukota Libya.

Para pemberontak memasuki halaman setelah berlangsung pertempuran selama 5 jam dengan loyalis Qaddafi. Pertempuran berlangsung menggunakan mortir, senjata mesin berat, dan senjata anti pesawat. Pemberontak juga mengangkut ribuan senapan, peti senjata, dan truk bermuatan senjata dengan luapan perasaan berlebihan.

Hugo Chavez:Gaddafi Pemimpin Libya

ACEH MINUTES] JAKARTA--Presiden Venezuela, Hugo Chavez, menyatakan bahwa akan terus mengakui hanya Muamar Gaddafi sebagai pemimpin sah Libya, meski ada pertanda rezimnya mungkin bakalk berakhir.

"Di Libya hanya ada satu pemerintah, pemerintah itu dipimpin oleh Muamar Gaddafi," kata pemimpin Venezuela itu, Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Ia kembali mengecam tindakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang membombardir Libya dan menyumbang pada keruntuhan rezim Gaddafi.

"Kami tegaskan solidaritas kami pada rakyat Libya yang telah diserang dan dibombardir," katanya, dalam sebuah pernyataan yang dibuat pada satu pertemuan kabinet yang disiarkan oleh televisi dan radio.

Chavez menuduh negara-negara besar Barat telah dimotivasi oleh "sinisme" dan ketamakan untuk merebut cadangan minyak negara Afrika utara itu, teman anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang memiliki 12 anggota.

Ia menilai, "Itu alasan untuk menyerang dan mengambil-alih sebuah negara dan kekayaannya."

Pekan lalu Chavez bergabung dengan rekannya yang musuh Amerika Serikat (AS), Mahmoud Ahmadinejad yang Presiden Iran, dalam mengecam "agresi imperialis" Barat terhadap Libya.

Pemimpin Venezuela itu merupakan pendukung utama Gaddafi di Amerika Latin, dan secara konsisten telah mengecam operasi militer beberapa bulan lamanya di Libya sebagai penyerobotan minyak oleh negara-negara Barat.

Ekuador, sekutu Venezuela, mengambil jalan yang sama pada Selasa, dan mengecam apa yang negara itu katakan sebagai invasi NATO terhadap Libya.

Pernyataan Chavez itu terjadi ketika pemberontak Selasa merebut komleks dan markas Gaddafi yang dijaga ketat setelah sehari pertempuran sengit. sumber: republika.co.id

Waspadai Pembiusan Saat Mudik!

ilustrasi
ACEH MINUTES] JAKARTA - Belasan juta warga Jakarta diperkirakan akan berbondong-bondong melakukan tradisi mudik ke luar kota menjelang hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah. Titik-titik keberangkatan seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara mulai dipadati pemudik mulai pekan ini.

Di titik-titik keramaian itu, warga diminta untuk selalu waspada. Pasalnya, para pelaku kejahatan masih tetap akan mencari kesempatan melancarkan aksinya. Salah satu bentuk kejahatan yang perlu diwaspadai yakni pembiusan dan hipnotis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, mengatakan untuk mencegah aksi pembiusan, pemudik diminta tidak berpergian seorang diri. "Jangan pergi sendiri untuk mencegah orang asing mendekati," ujar Baharudin saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (24/8/2011).

Hal lain yang perlu dilakukan adalah tidak memakai pakaian yang mencolok dan mengurangi interaksi dengan orang asing. "Selalu waspada dan berdoa, berdzikir di perjalanan," ucap Baharudin.

Selain itu, pemudik juga diminta tidak mudah menerima makanan atau minuman yang ditawarkan orang asing. Pasalnya, banyak modus kejahatan pembiusan melalui makanan dan minuman.

Menjelang hari Lebaran ini, polisi membekuk dua pelaku kasus pembiusan yakni Ciko dan Daklek. Keduanya merupakan bagian dari sindikat pembius yang biasa beraksi di Bandara Soekarno-Hatta. Tiga pelaku lainnya masih diburu polisi.

Modus sindikat ini adalah dengan mengajak menumpang di mobil yang sama. Di tengah jalan, para pelaku menawarkan jamu tolak angin yang sudah dicampur obat tidur Sanax. Saat korban tertidur, pelaku mengambil harta benda korban. Korban lalu ditinggalkan di wilayah Cakung, Jakarta Timur.

Kasus serupa dialami Tatang Hidayat yang dibius di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2011). Tatang sempat kehilangan kesadaran dan baru pulih beberapa jam setelah kejadian.

Tatang juga kehilangan dompet dan sejumlah barang berharga lain. Yang tertinggal di dalam kopernya hanya beberapa potong pakaian, sebuah buku catatan, surat Yasin, serta selembar kertas tebal yang terlipat di dalam kantong celana jin yang dipakainya.

Hingga kini pelaku masih belum tertangkap.sumber: kompas.com