Selasa, 27 September 2011

Wenger Redakan Rumor Seputar Van Persie

LONDON | ACEH MINUTES - Dengan kontrak yang tinggal tersisa tak sampai dua tahun, masa depan Robin van Persie pun dispekulasikan. Khawatirkah Arsene Wenger? Tidak. The Professor tetap tenang sembari berusaha meredakan rumor.

Kontrak Van Persie bakal berakhir pada Juni 2013 yang artinya masih ada waktu sekitar 20 bulan lagi. Dengan waktu selama itu, Wenger berharap untuk tidak terburu-buru menyebutnya sebagai masalah.

Van Persie sendiri mengaku bahwa dirinya baik-baik saja dengan kontrak tersebut. Ia pun menyebut bahwa dirinya tak akan terburu-buru untu meneken kontrak baru.

Nah, repotnya, hal ini justru berkembang menjadi spekulasi. Beberapa rumor di Inggris mengabarkan bahwa Manchester City siap untuk membeli pemain berusia 28 tahun tersebut. Wenger pun akhirnya berkomentar.

Pilkada Aceh 24 Desember

SERAMBI/BUDI FATRIA
BANDA ACEH }| ACEH MINUTES - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akhirnya mengumumkan bahwa tanggal 24 Desember sebagai hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh di 17 kabupaten/kota plus di tingkat provinsi.

Selain itu, KIP juga menjadikan Qanun Pilkada Nomor 7 Tahun 2006 sebagai payung hukum dengan tetap mengakomodir calon dari jalur perseorangan (independen).

Keputusan ini disampaikan Ketua Divisi Perencanaan dan Data, Yarwin Adi Dharma SPt kepada wartawan di Media Center KIP, Senin (26/9) sore. Konferensi pers itu dipimpin Ketua KIP Aceh, Abdul Salam Poroh dan dihadiri enam komisioner lainnya. Yaitu Wakil Ketua KIP Ilham Saputra, Yarwin Adi Dharma, Zainal Abidin, Hj Nurjani Abdullah, Tgk Akmal Abzal, dan Robby Syahputra.Keputusan tersebut diambil setelah tujuh anggota komisioner KIP Aceh yang dipimpin Ketua KIP Aceh melakukan rapat pleno secara maraton yang dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir 17.30 WIB.

[BANDA ACEH] Mahasiswa PGSD Demo Dosen Malas

270911foto.24_.jpg
SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
BANDA ACEH | ACEH MINUTES - Ratusan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), melancarkan aksi protes di kampus mereka di kawasan Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (26/9).

Aksi protes yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB pagi kemarin, dipicu oleh sikap sebagian dosen atau staf pengajar PGSD yang jarang masuk mengajar. Dari 30 tenaga pengajar yang ada di kampus itu, hanya sebagian kecil saja yang masuk memberikan kuliah kepada para mahasiswa.

Aksi protes tersebut dilakukan mahasiswa PGSD dengan cara boikot tidak mengikuti proses perkuliahan. Mereka melakukan orasi di depan kampus dengan membawa sejumlah poster berisi kritik terhadap kebijakan pengelola akademik dan ajakan untuk memboikot PGSD FKIP Unsyiah.

[BANDA ACEH] Konflik tanah belum terselesaikan , GPTA plester mulut.

Written by Dodi Sanjaya
ACEH MINUTES/DODI SANJAYA
BANDA ACEH | ACEH MINUTES Gerakan Pembebasan Tanah Aceh (GPTA) yang terdiri dari KontraS Aceh, LBH Banda Aceh, JKMA, Komite Masyarakat Lhoong, BEM FH Unsyiah, SMUR dan YRBI melakukan aksi diam di bundaran simpang lima Senin malam (26/9) pukul 20.25 Wib. Massa menutup mulutnya dengan plester hitam.

Aksi tanpa pengawalan pihak keamanan ini membawa poster yang bertuliskan Pemerintah penggusur tanah rakyat adalah perusak perdamaian, Pemerintah Aceh tidak peduli terhadap nasib petani Aceh.


Pemerintah Aceh selama ini belum serius dalam melakukan penyelesaian kasus-kasus pertanahan di Aceh hal ini terlihat dengan tidak seriusnya pemerintah melakukan advokasi secara hukum baik ganti rugi uang maupun ganti lahan akibat dari penggusuran.

Dalam catatan LBH Banda Aceh tahun 2010 ada 14 konflik lahan antara perusahaan dengan masyarakat, konflik tanah antara negara dengan masyarakat, yang hingga kini belum terselesaikan. Seperti kasus konflik masyarakat Aceh Timur dengan PT Bumi Flora, Konflik lahan antara masyarakat singkil dengan PT. Ubertraco/Nafasindo serta berbagai kasus konflik lahan anatara masyarakat dan TNI/POLRI.

Ini merupakan pengkhianatan terhadap hak rakyat seperti yang diamanatkan UUD 1945 dan undang - undang pemerintah Aceh (UUPA) yang mewajibkan pengalihan kewenangan pertanahan dari pusat kedaerah yang sampai saat ini belum dilaksanakan. Ujar koordinator aksi Heri Mulyadi.

Tak Dibayar LPI , Knopper Jual Alat Rumah Tangga

MAKASSAR | ACEH MINUTES – Setelah sempat bermasalah dengan manajemen PSM Makassar, marquee player asal Belanda Richard Knopper akhirnya angkat kaki dari rumah kontrakan yang ditempatinya selama menjadi skuad Juku Eja, setengah musim di Liga Primer Indonesia (LPI) lalu.

Rumah yang berlokasi di perumahan Villa Permata Jalan Dg Tata tersebut kini ditempati oleh pemain asing PSM yakni Srecko Mitrovic. Mitrovic akan menempati rumah tersebut seorang diri. Dia akan bertetangga dengan Kwon Jun (stopper/Korsel) dan Fabio de Oliviera (asisten pelatih PSM) yang tinggal satu rumah.

Sebelumnya, Knopper tak rela meninggalkan rumah tersebut jika manajemen PSM tak membelikannya tiket pulang Makassar-Belanda. Alasannya, Knopper sudah tak punya uang dan masih memiliki barang-barang berharga di dalam rumah tersebut.

Knopper meminta manajemen membeli barang-barang yang ditinggalkannya dan uangnya digunakan untuk membeli tiket. Nilai yang diminta Knopper yakni Rp9 juta. Manajemen sempat menolak karena menganggap PSM tak punya tanggung jawab lagi setelah putus kontrak.

Di sisi lain, status mantan peman Ajax Amsterdam ini sebagai pemain asing dan marquee player merupakan tanggung jawab konsorsium LPI yang memberinya gaji selama ini. Akan tetapi, konsorsium LPI juga lepas tangan.

“Terpaksa kami carikan jalan keluar. Kebetulan Mitrovic ingin menempati rumah itu, sehingga dia yang membeli barang-barang yang ditinggalkan Knopper,” ujar Manajer Operasional PSM Ismun Muhdar, kepada wartawan, Senin (26/9/2011).

Barang yang ditinggalkan Knopper seperti selimut, handuk, penghisap debu, alat masak, serta biaya pribadi yang dikeluarkan Knopper saat pertama kali masuk di rumah tersebut. Dengan selesainya masalah ini, Knopper bisa angkat kaki dari Makassar tanpa masalah dan Mitrovic mendapatkan rumah.

Rumah yang dikontrak PSM untuk Knopper dulu seharga Rp200 juta selama dua tahun dan kini sudah berjalan delapan bulan. Kabar lain juga menyebutkan bahwa rumah tersebut dikontrak atas nama Knopper meski PSM yang membayarnya.(detik.com)