TEHERAN | ACEH MINUTES — Pemimpin Iran memperingatkan negara-negara Arab, yang belakangan mengalami pemberontakan terhadap rezim-rezim otokrasi di negerinya masing-masing, supaya tidak membiarkan begitu saja Amerika Serikat dan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) ikut campur dan memengaruhi pembentukan sistem politik yang mereka buat pascarevolusi.
"Jangan pernah percaya AS, NATO, dan rezim-rezim kriminal macam Inggris, Perancis, dan Italia. Mereka sejak lama telah membagi-bagi dan menjarah tanah kalian. Curigailah mereka selalu. Jangan percaya senyuman manis mereka karena di balik senyum dan janji itu ada konspirasi kebohongan serta pengkhianatan," ujar Ayatollah Ali Khamenei di depan Konferensi Islam Internasional di Teheran, Sabtu (18/9/2011).
Iran berupaya menggambarkan pemberontakan yang terjadi dan mengubah dunia Arab sebagai pengulangan atas apa yang pernah terjadi di Iran pada tahun 1979, Revolusi Islam. Saat itu para pemimpin (shah) pro AS didongkel dan digantikan oleh para ulama garis keras.
"Jangan pernah percaya AS, NATO, dan rezim-rezim kriminal macam Inggris, Perancis, dan Italia. Mereka sejak lama telah membagi-bagi dan menjarah tanah kalian. Curigailah mereka selalu. Jangan percaya senyuman manis mereka karena di balik senyum dan janji itu ada konspirasi kebohongan serta pengkhianatan," ujar Ayatollah Ali Khamenei di depan Konferensi Islam Internasional di Teheran, Sabtu (18/9/2011).
Iran berupaya menggambarkan pemberontakan yang terjadi dan mengubah dunia Arab sebagai pengulangan atas apa yang pernah terjadi di Iran pada tahun 1979, Revolusi Islam. Saat itu para pemimpin (shah) pro AS didongkel dan digantikan oleh para ulama garis keras.



