Jumat, 09 September 2011

2 Tewas,Polisi Usut Bentrok di Unhalu Kendari

ACEH MINUTES | Kepolisian belum menentukan tersangka dalam kasus bentrokan yang menewaskan dua mahasiwa di Universitas Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis malam 8 September 2011. Polisi akan mengusut kasus bentrokan yang terjadi di luar kampus setelah acara 'Deklarasi Kendari' untuk perdamaian itu. 

"Polisi masih menyelidiki para pelaku penganiayaan atau pembunuhan itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal I Ketut Untung Yoga Ana kepadaVIVAnews.com, Jumat 9 September 2011. 

Hingga kini belum diketahui kronologi pasti penyebab kerusuhan yang menewaskan dua mahasiwa dari satu kampus itu. Apa penyulut bentrokan berdarah itu juga belum bisa disebutkan. 

Dua mahasiswa yang tewas berhasil diidentifikasi. Keduanya yakni, Laode Muhammah Hijra dan Udin. Belum diketahui alamat dan fakultas mana kedua korban itu berasal. 

Petugas masih menjaga-jaga di kampus yang berada di Jalan HE Mokodompit itu agar tidak terjadi bentrokan serupa. Bentrokan terjadi sekitar pukul sembilan malam waktu setempat. Sore hari sebelum kejadian, Universitas Haluoleo sempat menggelar acara Deklarasi Kendari. 

Isi deklarasi ini mengajak seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa dari berbagai etnis untuk menggaungkan perdamaian. Kendati demikian, hingga pagi ini suasana di kampus sudah kondusif. (VIVAnews)

Tubuh Gadis Ini 'Terbakar' Setiap Makan

ACEH MINUTES | - Ella Campbell, 5, berteriak kesakitan setiap kali makan. Tubuhnya seperti terbakar. Bahkan, tak jarang pingsan. Demi bertahan hidup, gadis asal Aylesbury, Buckinghamshire, Inggris, itu terpaksa mengasup makanan cair berformula khusus melalui selang yang menembus perut mungilnya.

Ella menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit. Selama lebih dua tahun, penyakitnya menjadi misteri hingga akhirnya tim dokter Great Ormond Street Hospital berhasil mendiagnosisnya mengalami Eosinofilik. 

Eosinofilik merupakan penyakit langka di mana eosinofil, sejenis sel darah putih, ditemukan di atas jumlah normal di berbagai bagian organ tubuh. "Kondisi ini rentan memicu peradangan dan kerusakan jaringan," kata sang ibu, Karen Campbell, 31, seperti dikutip dari Daily Mail. 

Karen sempat frustasi melihat kondisi Ella. Belasan dokter ia datangi, tapi tak bisa menjawab kondisi putrinya yang bisa pingsan 8-10 kali sehari. "Sampai usia dua tahun adalah saat-saat menakutkan, dia (Ella) sangat lemah, kurus, dan kerap dehidrasi karena tak bisa makan. Tak ada diagnosis jelas, yang muncul cuma dugaan kanker atau tumor otak." 

Setelah misteri kesehatan Ella terjawab, Karen lebih bisa melakukan kontrol agar putrinya tumbuh normal. Selain rutin menyuntikkan makanan cair lewat perut, Karen juga telaten menyiapkan kue dan biskuit khusus yang tak mengandung gandum, gluten, susu, telur dan kedelai. 

Kue spesial itu biasanya menjadi bekal makan siang Ella di sekolah. "Ella kerap stres setiap kali makan siang bersama, ia sangat ingin bisa makan seperti teman-temannya, tapi baginya itu akan sangat menyakitkan. Tak jarang, ia pingsan saat saya jemput karena memaksakan diri 'membakar' tubuhnya di sekolah." 

Satu-satunya makanan yang tak membuat Ella terkapar adalah daging panggang. Ella sangat menikmati sajian ayam panggang berpadu sayuran dan kentang rebus tanpa bumbu untuk makan malam.(VIVAnews.com)

'Rijsbergen Tak Layak Latih Tim Merah Putih'

ACEH MINUTES | Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl tak punya perasaan buruk kepada Wim Rijsbergen yang menggantikan posisinya setelah dipecat secara sepihak oleh PSSI. 

Riedl masih menjunjung tinggi nilai sportivitas dan bersimpati kepada suksesornya itu. Tapi kini, itu tak berlaku lagi. Mengapa Riedl?

"Saat Rijsbergen ditunjuk jadi pelatih Timnas, saya masih netral. Tapi, saya melihat dari mata yang berbeda dan mendengar dari saksi mata bahwa pelatih telah mencerca pemain secara kasar saat turun minum melawan Bahrain," kata Riedl dalam e-mail kepada VIVAnews. 

"Ia bilang 'f**k you all (kalian semua brengsek).If you don't play better second half i kick all of you out (Jika kalian tak bermain lebih bagus di babak 2, saya akan mendepak kalian semua)," ucap Riedl menirukan perkataan Rijsbergen. "Itu tak bisa dipercaya, tapi saya yakini ia telah berkata seperti itu."

Pria 61 tahun ini menyayangkan perkataan Rijsbergen. Sejak saat itulah, Riedl menganggap pelatih asal Belanda itu tak pantas menangani Tim Merah Putih.

"Ia sangat marah kepada para pemain, bukannya memberikan semangat saat tim baru tertinggal 0-1. Di Eropa, Anda bisa langsung dipecat jika melakukan itu! Atau para pemain akan membalas dengan lebih keras!" ujar Riedl. 

"Sejak saat itu, saya tak simpati lagi dan melawan Rijsbergen. Ia tak layak melatih tim nasional Indonesia!" 

Riedl mengakui tak bisa memenangi Piala AFF 2010 setelah ditaklukkan Malaysia lewat dua leg. Tapi, setidaknya ia mengaku bangga melatih Indonesia.

"Kami bisa mengubah pandangan suporter kepada tim ini. Kami memberikan rasa disiplin (ini juga menjadi problem di tim sekarang! Boaz Salossa, Ian Kabes, Kurnia Meiga!!), komitmen kepada negara serta keinginan kuat yang serasa lahir kembali. Dan ini menghadirkan antusiasme baru bagi suporter Indonesia," tutur Riedl. (VIVAnews)

[Bireuen] Satpol PP Tertibkan Pedagang Membandel

Ilustrasi
BIREUEN | ACEH MINUTES – Sebanyak 20 anggota Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Bireuen, Kamis (8/9) kembali meenertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Listrik dan pedagang keripik di depan kantor Telkom Bireuen. Hal itu dilakukan petugas menanggapi keluhan masyarakat yang dinilai makin mengganggu pengguna jalan.

Komandan Satpol PP Bireuen, Chairullah Abed, kepada Serambi usai penertiban itu mengatakan, PKL dan pedagang keripik itu sudah berulang kali diingatkan dan beberapa waktu lalu barangnya sudah disita. Namun, kini mereka masih membandel dan kembali berjualan di kawasan tersebut.

Camat Kota Juang, Dahlan mengatakan, pada Ramadhan lalu tahun ini pihaknya telah mengirimkan surat kepada pedagang di Jalan Listrik agar membongkar lapaknya. Namun hingga kini imbauan tersebut tidak digubris.

Sementara Abdullah, seorang PKL bersama beberapa PKL lain secara terpisah mengaku belum bisa memindahkan usahanya ke lokasi yang telah dibangun pemerintah. Pasalnya, lokasi baru di bekas rel Kereta Api kawasan Pasar Pagi Bireuen yang telah lama dibangun itu kurang strategis sehingga kurang pembeli. Karena itu, menurutnya, mereka memanfaatkan kawasan Jalan Listrik yang padat pengunjung sebagai tempat berjualan.(serambinews.com)

Dirjen Otda Ancam Tindak Bupati Pidie

BANDA ACEH | ACEH MINUTES - Keputusan KIP Pidie yang menghentikan semua tahapan pilkada di daerah itu karena dana pilkada diblokir bupati setempat, membuat Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Djohermansyah Djohan terkejut. Dia pun meminta Gubernur Aceh segera membuat laporan lengkap tentang latar belakang penghentian dana tersebut. 

Jika ditemukan ada pelanggaran yang melibatkan Pemerintah Pidie, Kemendagri akan melakukan tindakan secepatnya, kata Djohermansyah dalam pertemuan tertutup dengan sejumah pejabat tinggi di ruang rapat Gubernur, Rabu (7/9). Pernyataan Dirjen Otda Kemendagri ini dirilis kembali oleh Media Center KIP Aceh, melalui siaran pers kepada wartawan, Kamis (8/9).

Menurut Djohermansyah Djohan, tindakan penghentian kegiatan pilkada seharusnya tidak terjadi mengingat tahapan pilkada Aceh akan berlangsung dalam waktu dekat. Lagi pula, kata dia, Kemendagri sama sekali tidak melihat ada alasan kuat untuk menunda pilkada Aceh. 

Pelaksanaan pilkada Aceh hanya mengalami penjadwalan ulang sesuai dengan keputusan cooling down yang disepakati di Jakarta pada 3 Agustus lalu. Sehingga yang terjadi adalah pergeseran waktu, bukan penundaan. Karena itu, Djohermansyah menilai, penghentian kegiatan pilkada di Pidie seharusnya tidak bisa dibiarkan. “Jika memang ada bukti-bukti kalau pemerintah Pidie yang menghambat kegiatan itu, maka nantinya pasti akan ada keputusan tegas dari Kemendagri,” tambahya.

Persoalan Pilkada Pidie ini bermula ketika KIP Aceh menyampaikan keluh kesah mereka tentang pelaksanaan pilkada di berbagai daerah. Salah satu fokusnya adalah pelaksanaan kegiatan pilkada di Pidie. Apalagi, pada hari pertemuan itu berlangsung, KIP Aceh mendapat kabar kalau KIP Pidie telah melakukan pleno untuk memutuskan menghentikan semua kegiatan pilkada di daerah itu. “KIP Pidie tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sebab semua dana ditahan oleh bupati setempat,” kata Akmal Abzal, anggota KIP Aceh. 

Sabotase pilkada
Gubernur Irwandi Yusuf yang mendengar penjelasan dari KIP ini mengaku sangat terkejut. Ia kemudian meminta agar Kapolda Aceh Irjen (pol) Iskandar Hasan untuk meneliti kasus ini. “Jika ada unsur pidana dalam kasus ini, kami minta Polda Aceh bisa menindaklanjutinya,” kata Irwandi, seperti disiarkan Media Center KIP Aceh. 

Permintaan itu langsung diamini Kapolda Aceh. Selain itu Irwandi pun akan membuat laporan resmi kepada Kemendagri. Menurutnya, keputusan Bupati Pidie yang menghentikan dana pelaksanaan kegiatan pilkada, adalah sabotase politik untuk menghambat kegiatan demokrasi di daerah ini. Ia pun mendesak agar Kemendari membahas persoalan ini secepatnya.(serambinews.com)