London | ACEH MINUTES- Kekuasaan Barcelona di dunia sepakbola dalam tiga tahun terakhir tak akan berlanjut lebih lama lagi, demikian pendapat bos Inggris, Fabio Capello. Italiano berusia 65 tahun itu menilai para rival Tim Catalan bakal segera menemukan taktik jitu untuk menangkal kedahsyatan El Pep�s Team.
Bahkan, dominasi Blaugrana bisa terhenti dengan sendirinya mengingat nyaris seluruh anggota skuad di Camp Nou telah mendapatkan segalanya dan itu berpotensi mengurangi motivasi mereka.
�Apakah saya dapat melihat tim-tim menghentikan Barcelona dalam waktu dekat ini? Saya rasa begitu. Itu mungkin, karena kita sekarang cukup beruntung dapat mempelajari tim-tim lawan,� tutur eks pelatih Real Madrid itu.
�Anda bisa menemukan solusi untuk menyetop Barcelona dengan memahami kekuatan mereka.
�Selain itu, ketika Anda sudah sering meraih kemenangan, terkadang Anda kehilangan sesuatu untuk benar-benar fokus di setiap pertandingan, gairah untuk menang. Beberapa pemain mereka juga mulai bertambah tua,� imbuh Capello.(Goal.com)
Senin, 05 September 2011
"Daddy" Khadafy di Mata Perawat Pribadinya
MOGILNOYE | ACEH MINUTES - Mata cokelat Oksana Balinskaya terpaku pada gambar-gambar Moammar Khadafy di layar televisi. Ia kini sudah berada di rumahnya di Ukraina, tempat ia dibesarkan.
Sementara Khadafy, yang gambar-gambarnya ia saksikan di televisi itu, telah tumbang. Ia kini seorang pemimpin dalam pelarian. Khadafy dikenal sebagai pemimpin kejam dari sebuah negara paria, seorang tukang jagal, seorang pria yang mengalami delusi, yang bercerai dari kenyataan.
Namun Balinskaya, 25 tahun, yang hampir dua tahun bekerja sebagai salah satu dari lima perawat asal Ukraina untuk Khadafy, selalu melihat sosok Khadafy dalam terang yang berbeda. Perempuan itu dulu memeriksa tekanan darah Khadafy, memonitor jantungnya, menusuk Khadafy dengan jarum untuk mengambil darahnya, memberinya vitamin dan pil untuk menyembuhkan penyakitnya, meskipun Khadafy tampaknya tidak memiliki banyak penyakit. Khadafy seorang pria sehat.
Ketika itu Balinskaya bahkan punya panggilan khusus untuk Khadafy, yaitu "Daddy". Semua perawat Ukraina memanggil dia begitu. Itu merupakan nama panggilan yang digunakan ketika berbicara tentang Khadafy di antara mereka sendiri, tanpa menarik perhatian. "Daddy beri kami pekerjaan, uang dan kehidupan yang baik," katanya seperti dikutip CNN, Minggu (4/9/2011).
Sekarang, jauh dari padang pasir Libya, Balinskaya duduk di meja dapur bersama suaminya yang asal Serbia, menatap televisi yang ditempatkan di atas kulkas. Gambar-bambar para pemberontak Libya berkelebat dalam siaran televisi itu. Perempuan itu akan merasa kasihan jika Khadafy sampai terbunuh atau tertangkap.
"Khadafy cukup perhatian pada kami," katanya. "Dia bertanya kepada kami apakah kami bahagia dan apakah kami punya segala sesuatu yang kami butuhkan."
Setiap September, pada peringatan Khadafy meraih kekuasaan, ia memberikan souvenir bagi para perawat Ukraina itu dan anggota lain di lingkaran dalam kekuasaannya. Balinskaya menerima sebuah medali dan jam tangan yang berukir foto Khadafy.
Balinskaya dulu bergantian dengan para perawat lain mengawal Khadafy dalam perjalanan ke luar negeri. Keberadaan mereka di sekitar Khadafy kadang-kadang memicu desas-desus di media tentang harem Khadafy. Namun semua yang dikatakan tentang Khadafy tampaknya bertentangan dengan apa yang Balinskaya tahu tentang pria itu, termasuk tuduhan oleh pengasuh anak keluarga Khadafy dan para staf rumah tangga bahwa mereka disiksa dan dilecehkan.
Khadafy, kata Balinskaya, selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Tugasnya berakhir karena perang saudara pecah di Libya. Ia pun menyayangkan apa yang terjadi pada bangsa itu. "Jika bukan Khadafy, siapa lagi yang akan membangun negara itu?" katanya. "Dialah yang membangun Libya. Dia yang memindahkan rakyat Libya dari punggung unta ke dalam mobil."
Tak ada lipstik
Ketika Khadafy mengunjungi Ukraina pada Oktober 2009, Balinskaya sudah lulus dari sekolah perawat di Kiev dan telah bekerja di tempat asalnya di Mogilnoye selama tiga tahun. Namun hidup tidak mudah di Ukraina. Dia hanya mendapat 125 dollar AS (atau sejuta rupiah) sebulan. Perempuan itu tahu tentang peluang di Libya dan telah mengajukan aplikasi untuk bekerja di sana. Itu merupakan kesempatan untuk mengubah nasib. Gaji lebih tinggi di Libya dan dia akan menerima fasilitas rumah dan fasilitas lainnya.
Dia telah menunggu jawaban atas lamarannya sekitar sebulan ketika Khadafy tiba untuk kunjungan kenegaraannya ke Ukraina. Sebuah pertemuan diatur bagi Khadafy untuk berjumpa dengan enam calon perawat pribadinya. Balinskaya salah satu dari mereka. Dia hanya tahu sedikit tentang Khadafy dan merasa gugup pada pertemuan pertama mereka. Tiga dari enam perawat itu sudah bekerja di Libya dan tahu bahasa Arab. Balinskaya berpikir, dirinya tidak punya kesempatan.
Khadafy menyapa mereka tapi Balinskaya mengatakan tidak ada yang istimewa dalam proses seleksi itu. "Saya tidak tahu bagaimana ia membuat pilihan, mungkin dia psikolog yang baik," katanya. Balinskaya belakangan tahu bahwa Khadafy dapat memahami orang-orang dari jabatan tangan pertama, dari tatapan mata mereka.
Tak lama kemudian, Balinskaya berada dalam perjalanan ke Tripoli. Tugasnya semata-mata untuk mengobati Khadafy dan keluarga besarnya. Aturannya yang ketat; para perawat Ukraina yang cantik-cantik itu tidak boleh memakai riasan mencolok atau mengenakan pakaian terbuka.
"Penampilan kami sangat sederhana sehingga tidak menarik perhatian siapa pun," katanya. "Kami tidak pernah mengenakan lipstik ketika pergi ke rumahnya."
Balinskaya selalu dikelilingi orang-orang lain -istri Khadafy, anak-anak, cucu, para pejabat� lingkaran dalam kekuasaannya. "Tak seorang pun dari kami yang pernah hanya berduaan dengan dia," katanya. "Bahkan tidak ada satu kamar di rumahnya di mana kami mungkin bisa ditinggal berduaan dengan dia."
Maka, dia terkejut dengan gosip bahwa Khadafy punya hubungan seksual dengan para perawat luar negerinya. Perawat kawakan Ukraina, Galina Kolonitskaya, 38 tahun, yang telah bekerja dengan Khadafy selama hampir satu dekade, digambarkan dalam kawat-kawat diplomatik AS yang diposting WikiLeaks sebagai "si pirang yang menggairahkan" yang "tahu rutinitas Khadafy." Dalam kawat-kawat itu dikatakan bahwa diktator Libya tersebut sangat bergantung pada Kolonitskaya.
"Galina perawat yang sama seperti kami semua," kata Balinskaya. "Dia tentu saja seorang wanita yang sangat menarik dan sangat baik hati. Dia banyak membantu saya. Saya tidak tahu siapa yang menciptakan citra tentang kami para perawat, serta tentang pengawal wanitanya," katanya. "Bagaimana bisa orang yang berpikiran waras menganggap bahwa kami bisa punya hubungan intim dengan Khadafy?"
Berharap kembali ke Libya
Balinskaya dan Kolonitskaya meninggalkan Libya pada Februari lalu ketika pemberontakan terhadap Khadafy bermula. Namun bukan hanya ancaman perang itu yang mendorong Balinskaya untuk pulang. Dia sedang hamil ketika itu dan perutnya mulai kelihatan membesar. Dia lalu kembali ke tempat asalnya di Mogilnoye, sebuah desa di selatan Kiev. Suaminya, Dejan, 38 tahun, seorang pengusaha Serbia, bergabung dengan dia di sana. Bulan lalu, ketika rezim Khadafy limbung, Balinskaya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Para wartawan yang ingin mendengar kisah-kisah Kolonitskaya tentang Khadafy, berbaris di pintu apartemennya. Namun perawat itu menghindari publisitas. "Semua gosip tentang Kolonitskaya tidak benar," kata Balinskaya. "Dia benar-benar muak. Terlalu banyak perhatian padanya dan semua tanpa alasan."
Para perawat, kata Balinskaya, tidak punya hubungan pribadi dengan Khadafy. "Saya hanya bisa mengatakan hal-hal yang baik tentang dia," katanya, sambil berpikir tentang kehidupan yang nyaman dia di Libya dan bermimpi bagaimana hal itu terjadi lagi. "Saya sangat berharap, kami bisa kembali ke Libya," katanya, sambil membolak-balik album berisi foto-foto dirinya di Libya.
Hanya saja, sekarang Libya sudah berbeda. Libya tanpa Khadafy. Tanpa "Daddy".(Kompas.com)
Sementara Khadafy, yang gambar-gambarnya ia saksikan di televisi itu, telah tumbang. Ia kini seorang pemimpin dalam pelarian. Khadafy dikenal sebagai pemimpin kejam dari sebuah negara paria, seorang tukang jagal, seorang pria yang mengalami delusi, yang bercerai dari kenyataan.
Namun Balinskaya, 25 tahun, yang hampir dua tahun bekerja sebagai salah satu dari lima perawat asal Ukraina untuk Khadafy, selalu melihat sosok Khadafy dalam terang yang berbeda. Perempuan itu dulu memeriksa tekanan darah Khadafy, memonitor jantungnya, menusuk Khadafy dengan jarum untuk mengambil darahnya, memberinya vitamin dan pil untuk menyembuhkan penyakitnya, meskipun Khadafy tampaknya tidak memiliki banyak penyakit. Khadafy seorang pria sehat.
Ketika itu Balinskaya bahkan punya panggilan khusus untuk Khadafy, yaitu "Daddy". Semua perawat Ukraina memanggil dia begitu. Itu merupakan nama panggilan yang digunakan ketika berbicara tentang Khadafy di antara mereka sendiri, tanpa menarik perhatian. "Daddy beri kami pekerjaan, uang dan kehidupan yang baik," katanya seperti dikutip CNN, Minggu (4/9/2011).
Sekarang, jauh dari padang pasir Libya, Balinskaya duduk di meja dapur bersama suaminya yang asal Serbia, menatap televisi yang ditempatkan di atas kulkas. Gambar-bambar para pemberontak Libya berkelebat dalam siaran televisi itu. Perempuan itu akan merasa kasihan jika Khadafy sampai terbunuh atau tertangkap.
"Khadafy cukup perhatian pada kami," katanya. "Dia bertanya kepada kami apakah kami bahagia dan apakah kami punya segala sesuatu yang kami butuhkan."
Setiap September, pada peringatan Khadafy meraih kekuasaan, ia memberikan souvenir bagi para perawat Ukraina itu dan anggota lain di lingkaran dalam kekuasaannya. Balinskaya menerima sebuah medali dan jam tangan yang berukir foto Khadafy.
Balinskaya dulu bergantian dengan para perawat lain mengawal Khadafy dalam perjalanan ke luar negeri. Keberadaan mereka di sekitar Khadafy kadang-kadang memicu desas-desus di media tentang harem Khadafy. Namun semua yang dikatakan tentang Khadafy tampaknya bertentangan dengan apa yang Balinskaya tahu tentang pria itu, termasuk tuduhan oleh pengasuh anak keluarga Khadafy dan para staf rumah tangga bahwa mereka disiksa dan dilecehkan.
Khadafy, kata Balinskaya, selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Tugasnya berakhir karena perang saudara pecah di Libya. Ia pun menyayangkan apa yang terjadi pada bangsa itu. "Jika bukan Khadafy, siapa lagi yang akan membangun negara itu?" katanya. "Dialah yang membangun Libya. Dia yang memindahkan rakyat Libya dari punggung unta ke dalam mobil."
Tak ada lipstik
Ketika Khadafy mengunjungi Ukraina pada Oktober 2009, Balinskaya sudah lulus dari sekolah perawat di Kiev dan telah bekerja di tempat asalnya di Mogilnoye selama tiga tahun. Namun hidup tidak mudah di Ukraina. Dia hanya mendapat 125 dollar AS (atau sejuta rupiah) sebulan. Perempuan itu tahu tentang peluang di Libya dan telah mengajukan aplikasi untuk bekerja di sana. Itu merupakan kesempatan untuk mengubah nasib. Gaji lebih tinggi di Libya dan dia akan menerima fasilitas rumah dan fasilitas lainnya.
Dia telah menunggu jawaban atas lamarannya sekitar sebulan ketika Khadafy tiba untuk kunjungan kenegaraannya ke Ukraina. Sebuah pertemuan diatur bagi Khadafy untuk berjumpa dengan enam calon perawat pribadinya. Balinskaya salah satu dari mereka. Dia hanya tahu sedikit tentang Khadafy dan merasa gugup pada pertemuan pertama mereka. Tiga dari enam perawat itu sudah bekerja di Libya dan tahu bahasa Arab. Balinskaya berpikir, dirinya tidak punya kesempatan.
Khadafy menyapa mereka tapi Balinskaya mengatakan tidak ada yang istimewa dalam proses seleksi itu. "Saya tidak tahu bagaimana ia membuat pilihan, mungkin dia psikolog yang baik," katanya. Balinskaya belakangan tahu bahwa Khadafy dapat memahami orang-orang dari jabatan tangan pertama, dari tatapan mata mereka.
Tak lama kemudian, Balinskaya berada dalam perjalanan ke Tripoli. Tugasnya semata-mata untuk mengobati Khadafy dan keluarga besarnya. Aturannya yang ketat; para perawat Ukraina yang cantik-cantik itu tidak boleh memakai riasan mencolok atau mengenakan pakaian terbuka.
"Penampilan kami sangat sederhana sehingga tidak menarik perhatian siapa pun," katanya. "Kami tidak pernah mengenakan lipstik ketika pergi ke rumahnya."
Balinskaya selalu dikelilingi orang-orang lain -istri Khadafy, anak-anak, cucu, para pejabat� lingkaran dalam kekuasaannya. "Tak seorang pun dari kami yang pernah hanya berduaan dengan dia," katanya. "Bahkan tidak ada satu kamar di rumahnya di mana kami mungkin bisa ditinggal berduaan dengan dia."
Maka, dia terkejut dengan gosip bahwa Khadafy punya hubungan seksual dengan para perawat luar negerinya. Perawat kawakan Ukraina, Galina Kolonitskaya, 38 tahun, yang telah bekerja dengan Khadafy selama hampir satu dekade, digambarkan dalam kawat-kawat diplomatik AS yang diposting WikiLeaks sebagai "si pirang yang menggairahkan" yang "tahu rutinitas Khadafy." Dalam kawat-kawat itu dikatakan bahwa diktator Libya tersebut sangat bergantung pada Kolonitskaya.
"Galina perawat yang sama seperti kami semua," kata Balinskaya. "Dia tentu saja seorang wanita yang sangat menarik dan sangat baik hati. Dia banyak membantu saya. Saya tidak tahu siapa yang menciptakan citra tentang kami para perawat, serta tentang pengawal wanitanya," katanya. "Bagaimana bisa orang yang berpikiran waras menganggap bahwa kami bisa punya hubungan intim dengan Khadafy?"
Berharap kembali ke Libya
Balinskaya dan Kolonitskaya meninggalkan Libya pada Februari lalu ketika pemberontakan terhadap Khadafy bermula. Namun bukan hanya ancaman perang itu yang mendorong Balinskaya untuk pulang. Dia sedang hamil ketika itu dan perutnya mulai kelihatan membesar. Dia lalu kembali ke tempat asalnya di Mogilnoye, sebuah desa di selatan Kiev. Suaminya, Dejan, 38 tahun, seorang pengusaha Serbia, bergabung dengan dia di sana. Bulan lalu, ketika rezim Khadafy limbung, Balinskaya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Para wartawan yang ingin mendengar kisah-kisah Kolonitskaya tentang Khadafy, berbaris di pintu apartemennya. Namun perawat itu menghindari publisitas. "Semua gosip tentang Kolonitskaya tidak benar," kata Balinskaya. "Dia benar-benar muak. Terlalu banyak perhatian padanya dan semua tanpa alasan."
Para perawat, kata Balinskaya, tidak punya hubungan pribadi dengan Khadafy. "Saya hanya bisa mengatakan hal-hal yang baik tentang dia," katanya, sambil berpikir tentang kehidupan yang nyaman dia di Libya dan bermimpi bagaimana hal itu terjadi lagi. "Saya sangat berharap, kami bisa kembali ke Libya," katanya, sambil membolak-balik album berisi foto-foto dirinya di Libya.
Hanya saja, sekarang Libya sudah berbeda. Libya tanpa Khadafy. Tanpa "Daddy".(Kompas.com)
Minggu, 04 September 2011
CIA pernah kerja sama dengan Gaddafi
ACEH MINUTES | HRW menuding CIA pernah bekerja sama dengan Libia dalam menginterogasi sejumlah tersangka teroris.
Lembaga pemerhati HAM, Human Right Watch, mengatakan mereka mendapatkan sebuah dokumen yang menunjukan adanya kerjasama intelijen antara badan inteleijen negara barat dengan Libia dimasa pemerintahan Kolonel Muammar Gaddai terkait persoalan terorisme.
Kerjasama itu terjadi beberapa saat setelah peristiwa serangan 11 September dan dalam dokumen yang ditemukan itu juga disebutkan bahwa badan intelijen AS, CIA, mengirimkan sejumlah tersangka teroris ke Libia untuk menjalani interogasi di negara tersebut.
Mereka program menyebut pengiriman tersangka teroris ini sebagai rendition.
Dalam program yang berlangsung sepanjang tahun 2002-2004 itu, CIA mengirimkan sejumlah tersangka kasus terorisme ke Tripoli.
Selain AS, Inggris juga terlibat dalam kegiatan ini, laporan yang ditemukan oleh Human Right Watch menyebutkan badan intelijen Inggris, MI6 menginformasikan sejumlah hal tentang kelompok penentang Gaddafi kala itu.
Laporan ini sendiri diduga ditemukan secara tidak sengaja.
Sebelumnya ribuan catatan korespondensi dari para pejabat AS dan Inggris itu ditemukan oleh aktivis di kantor yang sepertinya pernah digunakan oleh Moussa Koussa, Kepala Badan Intelijen Libia yang kemudian diangkat oleh Kolonel Gaddafi sebagai Menteri Luar Negeri.
Namun dokumen yang disebutkan oleh Human Rigth Watch itu belum bisa dilihat langsung oleh BBC atau diverifikasi oleh pihak indpenden lainnya.
Ikut bertanya
Wartawan BBC di Tripoli mengatakan laporan tentang keberadaan dokumen itu menunjukan adanya periode yang menggambarkan hubungan baik antara badan intelijen Libia dengan CIA dan MI6.
Tripoli saat itu menjadi salah satu mitra terpercaya bagi CIA dan MI6.
Human Right Watch menuding bahwa CIA telah membiarkan terjadinya penyiksaan terhadap sejumlah tersangka teroris tersebut.
"Ini bukan hanya persoalan menculik militan Islam yang dicurigai terlibat dalam kasus teroris dan kemudian menyerahkan mereka kepada intelijen Libia. Dalam dokumen ini juga menunjukan bahwa CIA mengirimkan sejumlah pertanyaan dan mereka ingin intelijen Libia menyampaikannya ke sejumlah tersangka. Melalui sejumlah dokumen ini juga tergambar bahwa Agen CIA ikut hadir dalam sejumlah kesempatan untuk menginterogasi para tersangka," kata Peter Bouckaert dari HRW.
Human Right Watch juga menyebutkan mereka menngidentifikasi salah satu tersangka yang terjaring dalam operasi itu adalah Abdel Hakim Belhaj, yang dalam dokumen itu disebut sebagai Abdullah al-Shadiq, yang sekarang komandan militer anti-pasukan Gaddafi di Tripoli.
Dokumen itu menyebutkan Amerika menangkapnya di kawasan tenggara Asia dan menerbangkannya ke Tripoli pada tahun 2004.
Belhaj sebelumnya mengatakan kepada Associated Press bahwa dia memang sempat terjaring dalam program itu namun dia tidak dendam terhadap peristiwa tersebut.
CIA sendiri menolak menyampaikan keterangan secara khusus tentang tuduhan yang disampaikan oleh Human Rigght Watch.
"Bukan sesuatu yang mengejutkan bahwa CIA bekerja sama dengan pemerintah asing untuk membantu menjaga keamanan negara kami dari terorisme dan ancaman berbahaya lainnya," kata Juru Bicara CIA, Jennifer Youngblood.(Detik.com)
Lembaga pemerhati HAM, Human Right Watch, mengatakan mereka mendapatkan sebuah dokumen yang menunjukan adanya kerjasama intelijen antara badan inteleijen negara barat dengan Libia dimasa pemerintahan Kolonel Muammar Gaddai terkait persoalan terorisme.
Kerjasama itu terjadi beberapa saat setelah peristiwa serangan 11 September dan dalam dokumen yang ditemukan itu juga disebutkan bahwa badan intelijen AS, CIA, mengirimkan sejumlah tersangka teroris ke Libia untuk menjalani interogasi di negara tersebut.
Mereka program menyebut pengiriman tersangka teroris ini sebagai rendition.
Dalam program yang berlangsung sepanjang tahun 2002-2004 itu, CIA mengirimkan sejumlah tersangka kasus terorisme ke Tripoli.
Selain AS, Inggris juga terlibat dalam kegiatan ini, laporan yang ditemukan oleh Human Right Watch menyebutkan badan intelijen Inggris, MI6 menginformasikan sejumlah hal tentang kelompok penentang Gaddafi kala itu.
Laporan ini sendiri diduga ditemukan secara tidak sengaja.
Sebelumnya ribuan catatan korespondensi dari para pejabat AS dan Inggris itu ditemukan oleh aktivis di kantor yang sepertinya pernah digunakan oleh Moussa Koussa, Kepala Badan Intelijen Libia yang kemudian diangkat oleh Kolonel Gaddafi sebagai Menteri Luar Negeri.
Namun dokumen yang disebutkan oleh Human Rigth Watch itu belum bisa dilihat langsung oleh BBC atau diverifikasi oleh pihak indpenden lainnya.
Ikut bertanya
Wartawan BBC di Tripoli mengatakan laporan tentang keberadaan dokumen itu menunjukan adanya periode yang menggambarkan hubungan baik antara badan intelijen Libia dengan CIA dan MI6.
Tripoli saat itu menjadi salah satu mitra terpercaya bagi CIA dan MI6.
Human Right Watch menuding bahwa CIA telah membiarkan terjadinya penyiksaan terhadap sejumlah tersangka teroris tersebut.
"Ini bukan hanya persoalan menculik militan Islam yang dicurigai terlibat dalam kasus teroris dan kemudian menyerahkan mereka kepada intelijen Libia. Dalam dokumen ini juga menunjukan bahwa CIA mengirimkan sejumlah pertanyaan dan mereka ingin intelijen Libia menyampaikannya ke sejumlah tersangka. Melalui sejumlah dokumen ini juga tergambar bahwa Agen CIA ikut hadir dalam sejumlah kesempatan untuk menginterogasi para tersangka," kata Peter Bouckaert dari HRW.
Human Right Watch juga menyebutkan mereka menngidentifikasi salah satu tersangka yang terjaring dalam operasi itu adalah Abdel Hakim Belhaj, yang dalam dokumen itu disebut sebagai Abdullah al-Shadiq, yang sekarang komandan militer anti-pasukan Gaddafi di Tripoli.
Dokumen itu menyebutkan Amerika menangkapnya di kawasan tenggara Asia dan menerbangkannya ke Tripoli pada tahun 2004.
Belhaj sebelumnya mengatakan kepada Associated Press bahwa dia memang sempat terjaring dalam program itu namun dia tidak dendam terhadap peristiwa tersebut.
CIA sendiri menolak menyampaikan keterangan secara khusus tentang tuduhan yang disampaikan oleh Human Rigght Watch.
"Bukan sesuatu yang mengejutkan bahwa CIA bekerja sama dengan pemerintah asing untuk membantu menjaga keamanan negara kami dari terorisme dan ancaman berbahaya lainnya," kata Juru Bicara CIA, Jennifer Youngblood.(Detik.com)
Rio Haryanto Juara AutoGP Valencia
Valencia | ACEH MINUTES Pembalap muda Indonesia, Rio Haryanto, kembali membuat bendera �Merah Putih� berkibar di kancah balap di Eropa. Ini setelah Rio menjuarai balapan AutoGP di Valencia.
Rio menyelesaikan balapan kedua AutoGP Spanyol di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (4/9/2011) di urutan pertama. Hasil ini sangat memuaskan mengingat Rio start dari posisi ketiga.
Segera setelah start, Rio bergerak cepat dengan menyalip Samuele Buttarelli dan menguntit Adam Carroll di posisi kedua. Di lap kelima, Rio berhasil menyalip Carroll untuk memimpin lomba.
Setelah itu, Rio tak terkejar hingga finis di posisi terdepan usai melahap 17 lap. Bahkan, pembalap tim DAMS berusia 18 tahun itu melengkapinya dengan fastest lap di lap keenam.
Ini adalah kemenangan perdana Rio di ajang AutoGP, tetapi sebelum ini pembalap asal Solo tersebut sudah pernah menduduki podium dalam balapan AutoGP Ceko.
�Saya sangat senang dengan kemenangan pertama di AutoGP ini. Saya sudah sangat dekat dengan itu di Brno tapi kemenangan terlepas. Hari ini, ketika peluang itu datang lagi, saya melakukan segalanya untuk menang,� girang Rio di situs resmi AutoGP.
Di balapan pertama yang digelar sebelum balapan kedua, Rio menyelesaikan lomba di urutan kelima, dengan waktu 15 detik lebih di belakang Sergei Afanasiev yang tampil sebagai jawara.
Hasil Race 2 AutoGP Spanyol
1 Rio HARYANTO Dams 17 laps in 24:42.401, avg. 165.34 km/h
2 Adam CARROLL GBR Campos Racing +9.479
3 Samuele BUTTARELLI TP Formula +10.204
4 Adrien TAMBAY Campos Racing +11.597
5 Fabrizio CRESTANI Lazarus +11.773
6 Fabio ONIDI Lazarus +12.135
7 Luca FILIPPI Supernova Racing +14.732
8 Kevin CECCON Ombra Racing +17.155
9 Giovanni VENTURINI Griffitz Durango +18.011
10 Pasquale DI SABATINO TP Formula +19.728
11 Daniel DEJONG MP Motorsport +21.469
12 Giuseppe CIPRIANI Griffitz Durango +31.581
13 Francesco DRACONE Ombra Racing +32.811
14 Sergei AFANASIEV Dams +1:01.395
15 Adrian CAMPOS JR Campos Racing +2 LAPS(detik.com)
Rio menyelesaikan balapan kedua AutoGP Spanyol di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (4/9/2011) di urutan pertama. Hasil ini sangat memuaskan mengingat Rio start dari posisi ketiga.
Segera setelah start, Rio bergerak cepat dengan menyalip Samuele Buttarelli dan menguntit Adam Carroll di posisi kedua. Di lap kelima, Rio berhasil menyalip Carroll untuk memimpin lomba.
Setelah itu, Rio tak terkejar hingga finis di posisi terdepan usai melahap 17 lap. Bahkan, pembalap tim DAMS berusia 18 tahun itu melengkapinya dengan fastest lap di lap keenam.
Ini adalah kemenangan perdana Rio di ajang AutoGP, tetapi sebelum ini pembalap asal Solo tersebut sudah pernah menduduki podium dalam balapan AutoGP Ceko.
�Saya sangat senang dengan kemenangan pertama di AutoGP ini. Saya sudah sangat dekat dengan itu di Brno tapi kemenangan terlepas. Hari ini, ketika peluang itu datang lagi, saya melakukan segalanya untuk menang,� girang Rio di situs resmi AutoGP.
Di balapan pertama yang digelar sebelum balapan kedua, Rio menyelesaikan lomba di urutan kelima, dengan waktu 15 detik lebih di belakang Sergei Afanasiev yang tampil sebagai jawara.
Hasil Race 2 AutoGP Spanyol
1 Rio HARYANTO Dams 17 laps in 24:42.401, avg. 165.34 km/h
2 Adam CARROLL GBR Campos Racing +9.479
3 Samuele BUTTARELLI TP Formula +10.204
4 Adrien TAMBAY Campos Racing +11.597
5 Fabrizio CRESTANI Lazarus +11.773
6 Fabio ONIDI Lazarus +12.135
7 Luca FILIPPI Supernova Racing +14.732
8 Kevin CECCON Ombra Racing +17.155
9 Giovanni VENTURINI Griffitz Durango +18.011
10 Pasquale DI SABATINO TP Formula +19.728
11 Daniel DEJONG MP Motorsport +21.469
12 Giuseppe CIPRIANI Griffitz Durango +31.581
13 Francesco DRACONE Ombra Racing +32.811
14 Sergei AFANASIEV Dams +1:01.395
15 Adrian CAMPOS JR Campos Racing +2 LAPS(detik.com)
[Pertandingan Persahabatan]Milan Glorie Lumat Indonesia All Star 5-1
Jakarta | ACEH MINUTES - Diwarnai empat gol yang dicetak oleh Serginho, tim AC Milan Glorie tampil mendominasi Indonesia All Star Legend. Milan Glorie pun mereguk kemenangan telak 5-1.
Pertandingan persahabatan antara Milan Glorie kontra Indonesia All Star ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (4/9/2011). Sebagian hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan.
Milan mencetak gol pertama dalam pertandingan ini di menit 12. Dari tendangan Christian Lantignotti yang ditepis kiper Hendro Kartiko, bola rebound dicocor Serginho jadi gol.
Tujuh menit berselang, Serginho kembali mengoyak gawang Hendro. Kali ini, bek sayap asal Brasil itu menanduk bola yang dikirim oleh Lantignotti dari sayap kanan.
Dua menit menjelang turun minum, Serginho mencetak gol ketiga buat dirinya sendiri dan Milan Glori. Kali ini, Serginho dengan mudah menyontek bola dari mulut gawang meneruskan umpan Alessandro Costacurta.
Di babak kedua, tepatnya di menit 61, Milan Glorie mencetak gol keempat. Dida, yang aslinya adalah kiper tetapi dipasang sebagai striker, menanduk masuk si kulit bundar menyambut umpan Daniele Massaro.
Milan mengubah skor jadi 5-0 di menit 69. Serginho mencetak gol keempat atas namanya dengan sebuah tendangan mendatar yang gagal dijangkau kiper Indonesia All Star, Hermansyah.
Di menit 75, Indonesia All Star membuang peluang emas melalui penalti ketika eksekusi Ponaryo Astaman ditepis kiper Massimo Taibi. Penalti diberikan akibat Rochy Putiray dilanggar Roque Junior di kotak penalti.
Indonesia All Star mendapat gol hiburan di menit 85. Adalah Ricky Yakob yang sukses merobek jala Taibi dengan tendangan voli dari dalam kotak penalti meneruskan umpan Kurniawan Dwi Yulianto.
Susunan pemain
Milan: Dida, Roque Junior, Costacurta, Baresi, Stefano Nava, Lentini, Eranio, Christian Lantignotti, Giunti, Serginho, Papin.
Indonesia: Hendro Kartiko, Ricky Yacobi, Yeyen Tumena, Jaya Hartono, Ponaryo Astaman, Aji Santoso, Bima Sakti, Charis Yulianto, Ansyari Lubis, Rochy Putiray, Widodo CP.
(Detik.com)
Pertandingan persahabatan antara Milan Glorie kontra Indonesia All Star ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (4/9/2011). Sebagian hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan.
Milan mencetak gol pertama dalam pertandingan ini di menit 12. Dari tendangan Christian Lantignotti yang ditepis kiper Hendro Kartiko, bola rebound dicocor Serginho jadi gol.
Tujuh menit berselang, Serginho kembali mengoyak gawang Hendro. Kali ini, bek sayap asal Brasil itu menanduk bola yang dikirim oleh Lantignotti dari sayap kanan.
Dua menit menjelang turun minum, Serginho mencetak gol ketiga buat dirinya sendiri dan Milan Glori. Kali ini, Serginho dengan mudah menyontek bola dari mulut gawang meneruskan umpan Alessandro Costacurta.
Di babak kedua, tepatnya di menit 61, Milan Glorie mencetak gol keempat. Dida, yang aslinya adalah kiper tetapi dipasang sebagai striker, menanduk masuk si kulit bundar menyambut umpan Daniele Massaro.
Milan mengubah skor jadi 5-0 di menit 69. Serginho mencetak gol keempat atas namanya dengan sebuah tendangan mendatar yang gagal dijangkau kiper Indonesia All Star, Hermansyah.
Di menit 75, Indonesia All Star membuang peluang emas melalui penalti ketika eksekusi Ponaryo Astaman ditepis kiper Massimo Taibi. Penalti diberikan akibat Rochy Putiray dilanggar Roque Junior di kotak penalti.
Indonesia All Star mendapat gol hiburan di menit 85. Adalah Ricky Yakob yang sukses merobek jala Taibi dengan tendangan voli dari dalam kotak penalti meneruskan umpan Kurniawan Dwi Yulianto.
Susunan pemain
Milan: Dida, Roque Junior, Costacurta, Baresi, Stefano Nava, Lentini, Eranio, Christian Lantignotti, Giunti, Serginho, Papin.
Indonesia: Hendro Kartiko, Ricky Yacobi, Yeyen Tumena, Jaya Hartono, Ponaryo Astaman, Aji Santoso, Bima Sakti, Charis Yulianto, Ansyari Lubis, Rochy Putiray, Widodo CP.
(Detik.com)
Langganan:
Postingan (Atom)