Senin, 29 Agustus 2011

Sekdes Membela Rakyat Ditangkap Aparat Polres

ACEH MINUTES] KUALA KAPUAS,�Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyesalkan tindakan aparat Polres Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah yang telah melakukan penangkapan terhadap Sekertaris Desa Biru Maju Mulyani Handoyo yang berpihak masyarakat.

"Kami menilai Polres Kotawaringin Timur tidak profesional dan justru menangkap Sekdes yang berada di pihak masyarakat dalam kasus sengketa lahan dengan perusahaan perkebunan besara swasta PT Buana Arta Sejahtera (BAS)," kata Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Arie Rompas di Kuala Kapuas, Senin (29/8/2011).

Dikatakan, apa dasar polisi melakukan penangkapan Sekdes Biru Maju Mulyani Handoyo yang sedang memperjuangkan hak atas tanah transmigrasi yang di rampas oleh PT Buana Arta Sejahtera (BAS).

Ia mengatakan, pada beberapa waktu lalu pihak perusahan PT BAS berhasil memenjarakan Kades Biru Maju, Bapak Purnomo melalui pengadilan yang tidak berpihak pada rakyat dan menjatuhkan vonis 8 bulan dengan tuduhan mencuri buah di atas tanahnya sendiri.

"Kini giliran Sekretaris Desa Biru Maju kembali ditahan oleh pihak Polres Kotim dengan status tersangka, dengan tuduhan melanggar UU Perkebunan Nomor 18 Tahun 2004 pasal 21 dan pasal 47 Ayat 1 yang saat ini sedang pasal tersebut sedang dalam proses judicial review di Mahkamah Kontitusi," katanya.

"Upaya kriminalisasi aparat kepolisian terhadap Bapak Mulyani Handoyo ini kembali menunjukan ketidakadilan bagi rakyat yang berjuang untuk memperoleh hak atas tanah masyarakat transmigrasi Desa Biru Maju seluas 650 ha yang di rampas oleh PT BAS," katanya.

Proses penangkapan dan status tersangka yang dilakukan pihak kepolisian Polres Kotim ini tanpa ada alat bukti yang kuat. Dimana tanpa ada bukti-bukti atas keterangan awal dari saudara Mulyani Handoyo dan bukti pendukung seperti pemeriksaan saksi.

"Namun langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat Polres Kotawaringin Timur sehingga menunjukan tindakan tidak propesional pihak kepolisian, tetapi merupakan bentuk pembungkaman atas perjuangan masyarakat Desa Biru Maju," katanya.

Hal ini ditunjukan oleh aparat Polres Kotawaringin Timur dengan tidak dilakukan proses penyidikan terhadap laporan masyarakat atas pencaplokan lahan yang dilakukan oleh PT. BAS yang sebelumnya sudah dilaporkan oleh masyarakat kepada pihak aparat kepolisian.

Kinerja aparat Polres Kotawaringin Timur telah memperjelas keberpihakan aparatur kepolisian terhadap perusahaan yang sesungguhnya juga melakukan tindakan illegal karena melakukan aktivitas tanpa memiliki Hak Guna Usaha (HGU), tidak membayar pajak atas penggunaan tanah, tidak mengantongi surat ijin pelepasan kawasan hutan padahal wilayah tersebut yang masih merupakan kawasan hutan.

"PT BAS juga telah merampas wilayah transmigrasi masyarakat Desa Biru Maju seluas 650 hektar dimana peruntukannya bukan untuk budidaya perkebunan sawit sesuai dengan UU Transmigrasi," katanya.

Situasi ini semakin menjauhkan rakyat untuk memperoleh rasa keadilan dimana semakin jauh upaya penegakan hukum dan keberpihakan aparatur negara bagi rakyat yang membuktikan gagalnya negara dalam menjamin dan memenuhi keadilan bagi warga negaranya.

Untuk memenuhi rasa keadilan, seharusnya aparat kepolisian Polres Kotim menghentikan proses penyidikan dan membebaskan Sekertaris Desa Biru Maju dari tahanan karena tidak ada bukti yang kuat telah terjadi kerugian terhadap PT BAS sebagaimana yang tertuang dalam pasal 21 UU Perkebunan Nomor 18 tahun 2004 tersebut.

"Selain itu UU Perkebunan No 18 Tahun 2004 khususnya pasal 21 dan pasal 47 yang dituduhkan tersebut sedang dalam proses judicial review di mahkamah konstitusi karena menghilangkan hak-hak konstitusi rakyat dalam memperjuangkan hak-haknya dan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.

Pihak kepolisian seharusnya segera memproses laporan yang disampaikan oleh masyarakat terhadap pencaplokan lahan oleh PT BAS dan menyidik pelanggaran Undang-undang kehutanan no 41 tahun 1999 yang menduduki kawasan hutan secara illegal serta melakukan pengunaan tanah tanpa membayar pajak di wilayah konsensinya yang mengakibatkan kerugian Negara.(Kompas.com)

Guardiola Waspadai City

ACEH MINUTES] Jakarta, Bermodal belanja besar-besaran, Manchester City kini membidik Liga Champions. Kualitas City jelas patut diwaspadai, meski mereka juga dituntut untuk terus memberi pembuktian di lapangan.

Sejumlah transfer yang melibatkan nama besar dilakukan City musim panas ini. Dua di antaranya adalah Sergio Aguero yang direkrut dari Atletico Madrid dan Samir Nasri dari Arsenal.

Sejauh ini adaptasi kedua pemain itu terbilang luar biasa. Aguero sudah memperlihatkan ketajaman sedangkan Nasri bahkan langsung membuat tiga assist dalam debutnya berseragam City ketika menang 5-1 atas Tottenham Hotspur, Minggu (28/8/2011).

Hal ini tidak luput dari pengamatan pelatih Barcelona Pep Guardiola, yang akan berusaha membawa timnya mempertahankan gelar juara di Liga Champions. City, nilainya, berpotensi menghadirkan ancaman serius untuk usaha tersebut.

"Jika Anda melihat para pemain dan manajernya (Roberto Mancini), mereka mampu melakukannya. Jika Anda melihat nama-nama ini, mereka luar biasa. Semuanya adalah pemain yang amat sangat top," puji Guardiola di Reuters.

Musim ini City akan tampil untuk kali pertama di Liga Champions. The Citizens diundi bersama Bayern Munich, Villarreal dan Napoli di Grup A.

"City adalah salah satu tim top di Eropa. Tapi Anda harus menanti dulu karena ini musim baru dimulai dan apapun bisa terjadi, tetapi mereka memang punya segalanya untuk bersaing," lugas Guardiola.(Detik.com)

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1432 H Jatuh Pada 31 Agustus

ACEH MINUTES]Jakarta, Sidang itsbat Kementerian Agama telah usai. Pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011.

Keputusan diambil setelah Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang mendengarkan 12 pandangan ormas Islam yang hadir dalam sidang yang digelar di Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng, Senin (29/8/2011).

"Bahwa 1 Syawal jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011. Bisa disetujui?" tanya Suryadharma.
"Setuju," sambut mayoritas peserta sidang sembari bertepuk tangan. Suryadharma pun mengetuk palu tanda disetujuinya keputusan.

Suryadharma sebelumnya mempertimbangkan 4 intisari masukan 12 ormas yang telah disampaikan kepadanya. Intisari itu pertama, meminta agar kriteria disatukan, dan agar Kemenag lebih kuat lagi untuk memusyawarahkan kriteria penentuan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah.

Kedua, perbedaan penentuan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah masih berpeluang terjadi. Namun sebaiknya pengumuman dilakukan pada saat yang sama.

Ketiga, kesimpulan lain yang menjurus untuk diambil keputusan. Pemberi saran, laporan dari berbagai titik yang melakukan rukyah, dan memperhatikan fatwa dan pandangan majelis ulama menyetujui secara mayoritas, bahwa 1 syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011.

Keempat, dari Muhammadiyah yang menghargai dan menghormati pandangan Lebaran jatuh pada Rabu 31 Agustus. Namun, Muhammadiyah meminta izin untuk melaksanakan Lebaran esok hari, Selasa 30 Agustus 2011 dengan catatan saling menghormati perbedaan sehingga persatuan dan kesatuan umat dan bangsa tetap utuh.

Dengan demikian dari ormas-ormas yang hadir hanya Muhammadiyah yang menyatakan 1 Syawal jatuh pada Selasa 30 Agustus 2011.(Detik.com)

TNI/Polri Suka Naik Kereta Tanpa Tiket

ACEH MINUTES] JAKARTA,PT Kereta Api Indonesia sering kali berhadapan dengan ulah aparat keamanan yang hendak menggunakan jasa kereta api tanpa membeli tiket. Meski demikian, pihak PT KAI mengaku tidak memperlakukan pihak aparat secara khusus.

"Masih banyak anggota TNI dan Polri, lebih banyak TNI, yang ingin menumpang kereta api tanpa tiket," kata ungkap Mateta Rizalulhaq, Humas PT KAI Daops 1, kepada Kompas.com di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/8/2011).

Ia menegaskan, tidak ada sistem penjualan tiket ataupun harga khusus bagi anggota TNI/Polri. "Semuanya diperlakukan seperti biasa, seperti masyarakat lainnya," katanya.

Mateta mengungkapkan, pada H-7 saja ada sekitar 250 anggota TNI yang ingin menggunakan jasa KA tanpa membeli tiket. Pihaknya bertindak tegas dengan memulangkan mereka. "Kami suruh balik," katanya.

Hingga H-1 masih ada anggota TNI/Polri yang mendatangi stasiun tanpa mengantongi tiket. Tingkah aparat ini, menurut salah seorang staf PT KAI, bukan hal yang baru. "Biasanya mereka dalam rombongan. Jadinya, petugas kami kadang takut menindak," terang sumber dari internal PT KAI yang tidak mau disebutkan namanya.

Mateta mengharapkan aparat keamanan dapat mengikuti sistem yang berlaku umum. Ia mengharapkan, pihak aparat keamanan bisa mengikuti informasi penjualan tiket yang telah disampaikan lewat berbagai sarana, seperti melalui media massa ataupun brosur dan sarana lainnya.

Tindakan melanggar sistem yang diberlakukan bisa merugikan mayoritas penumpang lainnya. Selain itu, tindakan mereka bisa mendatangkan sanksi sosial dari penumpang lainnya manakala operator KA bersikap tegas.

"Kami beberapa kali menghentikan kereta di tengah perjalanan dan mengumumkan tidak akan melanjutkan perjalanan sebelum penumpang tanpa tiket diturunkan," contoh Mateta. Alhasil, para penumpang lain beramai-ramai mencemooh aparat keamanan yang menjadi penumpang tanpa tiket.

Ia berharap, kebiasaan kurang simpatik ini bisa dihilangkan karena mengganggu kenyamanan dan ketertiban penumpang lainnya. Alasannya, PT KAI telah membatasi jumlah penumpang per kereta demi kenyamanan dan ketertiban. Dengan adanya penumpang tambahan tanpa tiket, keadaan kereta/gerbang berpotensi kembali sesak dan mengurangi kenyamanan penumpang lainnya.

Sejauh ini, lanjut Mateta, bila ditemui pelanggaran serupa, pihaknya akan melaporkan tindakan anggota TNI/Polri tersebut kepada atasan masing-masing.(kompas.com)

Banda Aceh Mulai Sepi

ACEH MINUTES] BANDA ACEH - Memasuki H-2 Idul Fitri 1432 Hijriah, Minggu (28/8), suasana Kota Banda Aceh tampak mulai sepi. Hal ini terlihat di sejumlah ruas jalan utama di Banda Aceh, dimana arus kendaraan mulai lengang. 

Amatan Serambi di Jalan T Nyak Arief, mulai dari Darussalam hingga ke Simpang Jambo Tape, jika selama bulan puasa di pinggir jalan itu dipenuhi pedagang penganan berbuka puasa, kemarin sore hanya terlihat beberapa orang saja yang masih menggelar dagangannya. Itu pun sepi pembeli. 

Sepinya aktivitas di jalan protokol juga terlihat di Jalan Teuku Daud Beure’eh, mulai dari Simpang Jambo Tape hingga Simpang Lima. Di samping tidak padatnya kendaraan, di pinggir jalan itu juga sepi pedagang. Hal yang sama juiga terlihat di Jalan Teuku Umar, Jalan Chik Ditiro, dan Jalan Tgk Imum Luengbata. Seperti Ibu Kota provinsi lainnya, Banda Aceh diperkirakan mulai ramai kembali usai cuti bersama Idul Fitri 1432 Hijriah, seiring dimulainya aktivitas perkantoran, Senin (5/9).(serambinews.com)