Selasa, 20 September 2011

Wow! Kontrak Briptu Norman Rp1 Miliar

JAKARTA | ACEH MINUTES - Pihak Falcon selaku produser Briptu Norman tak menampik kabar bahwa Briptu Norman mendapat kontrak 1 miliar. Semula Briptu Norman Kamaru hanya dikontrak dua lagu di bulan April 2011. Kemudian atas kesepakatan kedua belah pihak Falcon memberikan kontrak satu album sekira Juli 2011.

"Lebih dari RP1 miliar, itu untuk satu album," papar salah satu perwakilan Falcon, Andri W Kusuma, kepada sejumlah wartawan di kantor Falcon, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2011).

Angka tersebut masih akan bertambah menyentuh 2 Milyar lebih dengan adanya rencana membuatkan film untuk Norman Kamaru dan kontrak dalam ruang digital.

"Belum kontrak film sama digital, bisa lebih dari Rp2 miliar," imbuhnya.

Briptu Norman Kamaru mundur dari kepolisian diduga karena terbuai dengan jumlah uang yang sangat besar jika serius berkarier di dunia hiburan. Tapi Andri menampik hal itu.

"Bukan, tapi karena institusi itu yang membuat dia tidak nyaman. Dia kan cuma nyanyi tidak melakukan hal yang jahat, tapi kenapa dikarungi. Lagian kalau dia datang tanpa izin itu sudah di urus kok izin-izinnya," jelasnya.(okezone.com)

[ Lhokseumawe] Kalung Emas Gadis Panggoi Dirampok

LHOKSEUMAWE | ACEH MINUTES - Gadis Dahniar (18) warga Komlek Perumahan Panggoi, Kcamatan Muara Dua Lhokseumawe, menjadi korban perampokan seorang pria. Dua mayam (9 gram) kalung emas miliknya dirampas dari leher korban.

Menurut pengakuan korban, sekitar ekitar pukul 11.00 wib, Selasa (20/9) dia sedang pulang ke rumah usai memetik daun jeruk perut yang tak jauh dari rumah tempat dia tinggal. Seorang pria yang mengenderai sepeda motor jenis supra yang memepetnya serta merta menyabet kalung emas yang berada di leher Dahniar.

Meski sempat memberi perlawanan, namun gadis yang sehari-hari menjadi pembantu di rumah H Ismail Yusuf Pase SH, pengacara senior di Lhokseumawe itu tidak bisa berbuat apa-apa karena pelaku langsung kabur. Tak lama kemudian, aparat polisi tiba di lokasi dan saat ini masih memburu pelaku

"Ketika itu sempat terjadi tarik menarik kalung Dahniar dengan pria tersebut. Namun, kalung tersebut putus, meski sempat berteriak maling. Tapi, pelaku langsung kabur ke arah kawasan omplek Panggoi," kata Ismail Yusuf Pase kepada Serambinews.com. (serambinews.com)

Lawan Valencia, Barca Masih Kehilangan Pique

ACEH MINUTES | Barcelona mendapatkan kabar buruk jelang laga lanjutan kompetisi La Liga. Barca kehilangan pilar di lini belakang, yakni bek tengah tangguh Gerard Pique.

Barca akan menghadapi laga berat di kandang Valencia, Rabu 21 September 2011. Disebut berat karena kini Valencia menjadi pimpinan klasemen sementara La Liga berkat hasil 100 persen alias kemenangan beruntun di tiga laga awal La Liga musim ini.

"La Liga Bukan Hanya Milik Barca dan Madrid"

ACEH MINUTES | Gelandang Barcelona, Thiago Alcantara menolak anggapan yang menyatakan La Liga telah menjadi kompetisi antara dua tim, yakni Barcelona dan Real Madrid.

Fakta memang menyebutkan, dua tim raksasa Spanyol itu begitu mendominasi La Liga. Sejak musim 2004-05, Madrid dan Barca silih berganti menjadi penguasa La Liga. Tim terakhir yang sempat mencuri gelar dari dua tim itu adalah Valencia musim 2003-04.

Ulama Minta Pilkada Jangan Jadi Ajang Perpecahan

ACEH MINUTES |  - Para ulama dan santri meminta agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan secara serentak di 17 kabupaten/kota dan Provinsi Aceh tidak dijadikan ajang perpecahan karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan.

"Mari kita bersatu untuk membangun Aceh dan menegakkan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) di bumi 'Serambi Mekkah' ini," kata Ketua Umum Pengurus Besar Rabithah Muta'alimin Pidie (PB RAMPI) se-Aceh Mukhtar Syafari di Banda Aceh, Senin.

Dia menilai, selama ini gara-gara pemilihan kepala daerah (pilkada), intensitas saling memfitnah dalam masyarakat Aceh semakin tinggi, sehingga bibit perpecahan kembali muncul.

"Jangan sampai gara-gara perpecahan pilkada akan terjadi konflik kembali di Aceh. Masyarakat Aceh sudah lelah menghadapi kondisi yang tidak aman. Bodoh sekali rasanya kalau kita terus terpecah belah gara-gara pilkada ini," tegasnya.

Seharusnya, kata dia, para elit politik di Aceh harus saling bekerja sama untuk membangun Aceh menjadi lebih maju dari daerah lain bukannya menanamkan bibit permusuhan.

"Kapan Aceh bisa maju kalau ini terus terjadi," ujar dia