Sabtu, 17 September 2011

Kalah 0-1 dari Myanmar, Indonesia Gagal

BANDA ACEH | ACEH MINUTES - Misi Indonesia untuk menembus semifinal Piala AFF U-19 terhenti sudah. Adalah kekalahan 0-1 dari sang tuan rumah Myanmar di partai penentuan Grup B mengakibatkan Timnas U-19 harus 'angkat koper' lebih cepat.

Pada laga terakhir Grup B yang dilangsungkan di Youth Training Centre, Yangoon, Jumat (16/9) malam WIB, Indonesia dipaksa keluar lapangan sebagai pecundang lewat gol tunggal Yan Naing Htwe pada menit 87. Kekalahan tersebut mengakibatkan tim asuhan Zulkifli Alfat ini cuma menduduki peringkat ketiga Grup B dengan poin 4, hasil sekali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah. 

Sedangkan, Myanmar dipastikan melaju ke semifinal mendampingi Vietnam dengan status runnner-up. Meski sama-sama mencatatkan poin 10, Vietnam berhak sebagai juara grup karena unggul agregat gol. Negeri komunis itu sendiri pada laga bersamaan di Aung San Stadium, berpesta gol dengan marka 4-0 ke gawang Laos. 

Di babak perempat final, Myanmar akang menghadapi Thailand yang merupakan juara Grup A. Sementara Vietnam akan menghadapi runner-up Grup A yang hingga kini masih diperebutkan oleh Malaysia dan Kamboja.

Pertandingan Indonesia versus Myanmar yang dipimpin wasit Jovanie Villagracia asal Filipina tersebut sempat tertunda sekitar satu jam karena lapangan tergenang akibat diguyur hujan lebat. Begitu tarung berlabel 'hidup mati' itu dimulai, Timnas U-19 langsung mencoba tampil agresif untuk memburu kemenangan. Syarat wajib menang telak untuk membuka jalan ke semifinal memaksa Syahru Ramadhan dkk bermain ofensif. Sebaliknya, Myanmar yang cuma butuh hasil imbang juga tampil menggigit. Praktis, situasi ini membuat permainan berjalan menarik.

Bermain menekan sejak menit pertama, Indonesia mengurung pertahanan Myanmar untuk mencetak angka. Tapi, ketatnya pertahanan anak asuh Gerd Horst menggagalkan ambisi pasukan Kennedy.

Usai menutup babak pertama tanpa gol, 'Garuda Muda' kembali menggebrak di babak kedua. Tapi, lagi-lagi tangguhnya lini bawah Myanmar menjadi penghalang misi gol Zoel Fadli cs. Kegagalan ini menimbulkan rasa frustrasi di kalangan skuad 'Merah Putih'.

Momentum tersebut rupanya dioptimalkan sang tuan rumah. Tepat laga memasuki menit ke- 87, tendangan keras Yan Naing Htwe mendarat telak di gawang Indonesia. Buyarlah mimpi Timnas U-19 untuk melaju ke semifinal.

Vietnam berpesta
Pada pertandingan Grup B lainnya di Aung San Stadium, Vietnam menasbihkan diri sebagai pemuncak grup usai membantai Laos 4-0. Empat gol negeri komunis itu dicetak Ngo Van Tung menit ke-13, Nguyen Xuan Nam menit 37 dan 47, serta gol pamungkas Nguyen Viet Phong di menit ke-48.(serambinews.com)

Granat dan Puluhan Amunisi Ditemukan di Tong Sampah

Ilustrasi
MEDAN | ACEH MINUTES - Sebuah granat nenas dan puluhan amunisi dari berbagai jenis senjata api ditemukan dua petugas kebersihan di sebuah tong sampah di Jalan Asrama Kodim, Padang Hilir, Tebingtinggi, Sumatera Utara, Jumat (16/9).

Kapolres Tebingtinggi AKBP Robert Haryanto memastikan seluruh benda temuan itu masih aktif. Awalnya kata dia, dua petugas kebersihan, Usnul Abdi (25), dan Rusli (29) hanya menemukan granat nenas. Namun dari penyisiran yang dilakukan tim Gegana Brimob Tebingtinggi, di seputaran lokasi itu kembali ditemukan 27 butir amunisi pistol FN, terdiri dari 13 butir kaliber 9 mm, tujuh butir kaliber 6 mm, dan sisanya kaliber45 mm.

"Semuanya masih aktif, juga ada sebutir selongsong kaliber 6 milimeter," kata Robert yang dihubungi Jumat (16/9) sore.

Sejauh ini kepolisian masih terus menelusuri pemilik sekaligus motif granat dan amunisi itu dengan memeriksa intensif kedua petugas kebersihan. Minimnya hasil pemeriksaan membuat polisi tak berani menduga-duga tujuan pelaku meletakkan seluruh bahan peledak itu di pinggir jalan raya.

"Motifnya masih terus ditelusuri, jadi kalau ditanya apakah ada kaitannya dengan teroris, kami harus cek lagi," katanya.(serambinews.com)

Jumat, 16 September 2011

Briptu Norman Mundur dari Brimob

GORONTALO | ACEH MINUTES - Briptu Norman Kamaru anggota Brimob Gorontalo yang terkenal dengan "video lips sycn" lagu "Chaiya chaiya" menyatakan mundur dari anggota Brimob Kepolisian Daerah Gorontalo.

"Saya menyatakan mundur dari anggota Brimob," kata Norman kepada wartawan di Gorontalo, Jumat (16/9/2011).

Alasan mundurnya Norman dari anggota Brimob itu, menurutnya tidak ada hubungannya dengan karirnya di dunia musik, pengundurannya ini murni karena ia tidak ingin melanjutkan karir menjadi anggota Brimob. "Kemunduran saya ini tidak ada hubungannya dengan karir di dunia musik, saya murni mundur karena tidak ingin lagi menjadi anggota Brimob," ujarnya.

Dia juga menyatakan surat pernyataan pensiun dini dari anggota Brimob telah masuk di Polda Gorontalo, namun tidak mendapat persetujuan dari Polda. Untuk itu dirinya dan kedua orang tuanya, Sabtu besok (17/9/2011) akan berangkat ke Mabes Polri di Jakarta untuk mengajukan surat permohonan berhenti.

Sementara itu, Ayah Norman, Idris Kamaru mengaku mendukung pilihan anaknya untuk berhenti. "Kami akan mendampinginya menghadap Mabes Polri besok," kata Idris.

Sebelumnya Norman pernah menyatakan tidak akan pernah mundur dari anggota kepolisian dan tidak ingin melanjutkan karirnya di dunia musik. Pada tanggal 8 September Norman sempat diamankan oleh Polres Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara) saat melakukan sesi pengambilan foto dan video klip lagu cinta gila ciptaan Farhat Abas di Madrasah Aliyah Negeri.

Akibat syuting itu Norman sempat terancam sanksi kurungan badan dari kesatuannya. Kejadian itu merupakan kali kedua bagi Norman dalam hal pelanggaran disiplin. Sebelumnya, dia juga pernah diberi sanksi akibat melakukan syuting di salah satu televisi swasta tanpa izin pimpinan.(kompas.com)

Intelijen Korsel Tangkap Mata-Mata Korut

SEOUL | ACEH MINUTES - Anggota intelijen Korea Selatan (Korsel) menangkap mata-mata yang menyamar sebagai seorang pengungsi Korea Utara (Korut) yang hendak melakukan pembunuhan terhadap pengungsi lainnya.

Tersangka bernama Ahn, dirinya ditahan atas tuduhan merencanakan pembunuhan terhadap Park Sang hak, seorang pengungsi Korut yang hendak melancarkan propaganda anti-Korut lewat sebuah selebaran.

Park menulis cerita tentang revolusi di Timur Tengah dan Afrika Utara dalam sebuah selebaran yang rencananya akan disebarkan ke Korut untuk menginspirasi warga melakukan perlawanan terhadap Pemimpin Korut Kim Jong Il, demikian seperti diberitakan Korea Times, Jumat (16/9/2011).

Park mengatakan, dirinya ditelepon oleh tersangka dan diajak untuk berjumpa di stasiun kereta bawah tanah di Kota Seoul. Anh meminta selebaran kampanye propaganda anti-Korut tersebut dari Park dengan alasan akan membantunya menyebar selebaran tersebut.

Anh akhirnya ditangkap oleh petugas intelijen di stasiun kereta tersebut dan diinterogasi. 

Tersangka sebelumnya bertugas sebagai pasukan khusus militer Korut sebelum dirinya pergi ke Korsel. Anh juga terbukti membawa peralatan yang mengandung racun ketika dirinya ditangkap.

Penangkapan Anh terjadi dua pekan setelah tewasnya misionaris asal Korsel di Kota Dandong yang terletak di seberang Korut. Beberapa warga Korsel menyatakan, misionaris tersebut tewas akibat diracun oleh intelijen Korut.

Pemimpin Korut sudah tersinggung dengan banyaknya kritik dan propaganda yang menyerangnya akhir-akhir ini. Hal ini juga membuat Korut selalu bersitegang dengan Korsel. Korut juga selalu mengecam terorisme, namun saat ini, Korut diduga mengirim teroris untuk menyerang Korsel.(okezone.com)

Hadiah Iran untuk Delegasi Sidang PBB

TEHERAN | ACEH MINUTES - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad akan membawa hadiah saat dirinya menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berupa buku tentang penjajahan sekutu terhadap Iran saat Perang Dunia II.

Seorang penerbit dari Book House, Ali Shojaee mengatakan, Ahmadinejad akan membawa 1.000 kopi buku yang berjudul "Documents of Iran's Occupation by the Allies during WWII," yang artinya, "Dokumen Penjajahan Iran oleh Sekutu saat Perang Dunia II." Buku ini akan diberikan kepada seluruh delegasi sebagai hadiah.

Shojaee menambahkan, buku ini berisikan dokumen-dokumen ketidakadilan yang dilakukan oleh sekutu pada masyarakat Iran selama penjajahan. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (16/9/2011).

Pada Januari 2010, Ahmadinejad mengatakan, dirinya akan membentuk tim yang akan meneliti kerusakan-kerusakan yang ada di Iran akibat serangan yang dilakukan oleh sekutu di era Perang Dunia II. Setelah penelitian digelar, Iran akan menuntut kompensasi terhadap Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang pernah masuk ke negaranya.

Pada 1941 silam, Inggris dan Uni Soviet menyerang Iran untuk menyelamatkan kilang minyak dan menggunakan rel kereta api di Iran untuk bertempur melawan pasukan Jerman. 
Warga Iran juga menderita kelaparan, dan kekurangan bahan bakar akibat penjajahan.

Setelah Perang Dunia II usai, Uni Soviet, AS dan juga Inggris memberikan kompensasi berupa bantuan finansial dan emas ke Iran. Namun tampaknya kompensasi tersebut masih kurang bagi Iran, karena belum bisa membayar penderitaan masyarakat sipil.

Semenjak Ahmadinejad naik ke kursi Presiden Iran pada 2005 lalu, Iran selalu menunjukkan sikap konfrontatifnya di PBB. Pada 2010 lalu, Ahmadinejad sempat memicu kemarahan AS dan negara lainnya di PBB lewat topik 9/11.

Pada 2009 lalu, delegasi dari AS dan Prancis juga melakukan walkout sebagai bentuk protes terhadap perkataan Iran yang diduga mengandung unsur SARA.(okezone.com)