Senin, 12 September 2011

[ACEH] Pemerkosa Bocah Tujuh Tahun Masih Misterius

Ilustrasi
LANGSA | ACEH MINUTES - Pemerkosa bocah berusia tujuh tahun, sebut saja Teratai, warga salah satu desa di Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, masih misterius. Sejak peristiwa itu terjadi pada 18 Juli lalu hingga kemarin, polisi belum mengetahui pelakunya.

Peristiwa tersebut menyisakan kepiluan mendalam bagi Teratai. Pasalnya, selaput dara bocah dimaksud mengalami luka serius. Bahkan, mengganggu ususnya. Selain itu, kejatan tersebut juga menyebabkan Teratai trauma.

Karena kondisinya begitu parah, Senin (18/7) siang, Teratai terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Medan. Kala itu, dokter setempat belum dapat mengoperasi dia. Setelah dirawat di sana, Teratai orang tua Teratai memulangkan kembali bocah dimaksud ke rumahnya.

Namun, perawatan itu harus diulangi lagi. Pasalnya, alat kelamin Teratai harus dioperasi. “Kami harus membawanya kembali ke rumah sakit di Medan. Tapi kami mengalami kesulitan dana. Kami juga tak tahu harus mengadu ke mana,” ujar ibu Teratai saat menghubungi Prohaba, Minggu (11/9).

Pihak keluarga Teratai mendesak aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rantau Seulamat, Langsa, mengungkap pemerkosa yang kini masih misterius itu. “Kami meminta polisi serius menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya. Karena akibat perbuatan pelaku, anak kami menderita serta sampai sekarang kondisinya memprihatinkan,” kata ibu Teratai.

Kapolsek Rantau Seulamat, Iptu Anwar, mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi identitas pemerkosa. “Tapi, saya berjanji akan terus mengejar pelaku,” tandasnya. (serambinews.com)

[ACEH] Pasien JKA Tebus Obat Rp 600 Ribu

SIGLI | ACEH MINUTES - Marzuki (41), warga Peukan Baro, Pidie, seorang pasien Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), terpaksa harus menebus obat di Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli, Pidie dengan total Rp 600.000. Pihak rumah sakit beralasan obat Cefixing tersebut tidak masuk dalam daftar obat yang ditanggung JKA.

Ketua LSM Lembaga Advokasi Buruh Nelayan (LABNA) Aceh, Zainuddin Salam, kepada Serambi, Minggu (11/9) mengatakan, obat Cefixing tersebut satu butir yang harganya Rp 32.000. Berdasarkan keterangan resep medik yang diberikan dr Marzuki, harus membeli obat itu 20 butir, sehingga total uang yang harus dikeluarkan mencapai Rp 600.000.

Padahal, kata Zainuddin, saat Marzuki berobat di RSUZA Banda Aceh, tidak satu pun jenis obat harus dibeli. Artinya semua jenis obat ditanggung JKA. Marzuki menderita patah tulang dalam insiden lakalantas beberapa hari lalu.

Ia menambahkan, pihak Rumah Sakit Umum Sigli seharusnya harus satu kata dengan pihak apotik. “Jangan sampai dokter bilang ditanggung JKA, tapi petugas apotik mengatakan tak ada dalam daftar JKA,”kata Zainuddin. Sehingga warga miskin yang berobat tidak merasa dibola-bolai oleh tenaga medis maupun petugas apotik.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli, Pidie, dr Safwan SPM yang dihubungi Serambi kemarin menjelaskan, obat jenis Cefixin tidak masuk dalam daftar obat tertanggung JKA, tapi hanya tersebut di dalam daftar obat Jamkesmas. “Jadi bukan kesalahan dari rumah sakit, melainkan obat jenis tersebut memang tidak terdapat dalam daftar JKA,” kata Safwan yang ditemui Serambi, di Masjid Taqwa Sigli. (serambinews.com)

Minggu, 11 September 2011

[GP Italia] Vettel Juara, Button Kedua

JAKARTA | ACEH MINUTES - Sebastian Vettel melanjutkan dominasinya di arena balap Formula 1. Jagoan Red Bull ini memenangi seri GP Italia yang jadi kemenangan kedelapannya musim ini.

Vettel menjadi pembalap pertama yang menyelesaikan balapan sepanjang 53 lap di Sirkuit Monza, Minggu (11/9/2011) malam WIB. Dia menuntaskan lomba dalam waktu 1 jam 20 menit 46,172 detik.

Pembalap McLaren, Jenson Button, harus puas di posisi kedua. Button finis 9,59 detik di belakang Vettel.

Pengisi podium lainnya adalah Fernando Alonso. Pembalap Ferrari ini menempati posisi ketiga.

Pembalap lain yang finis sepuluh besar adalah Lewis Hamilton, Michael Schumacher, Felipe Massa, Jaime Alguersuari, Paul di Resta, Bruno Senna, dan Sebastien Buemi.(detik.com)

200 Personel Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Ambon

JAKARTA | ACEH MINUTES - 200 Orang personel Brimob dari Polda Sulsel diterbangkan untuk menstabilkan keamanan di Kota Ambon. Bentrokan dua kubu ini membuat sejumlah warga mengungsi ke tempat aman.

"Pukul 22.00 Wita diberangkatkan pasukan Brimob Polda Sulsel sebanyak 200 personel," kata jubir Mako Brimob AKBP Budiman kepada wartawan, Minggu (11/9/2011). 

Budiman menjelaskan, pasukan Brimob akan berkumpul di Badara Hasanuddin pada pukul 20.30 Wita. "Pengiriman pasukan ini untuk mengatasi bentrokan di sana," katanya.

Kericuhan antar warga di Ambon diwarnai dengan saling lempar batu, memblokir jalan dan merusak/membakar kendaraan. 

Saat ini kedua belah pihak yang bertikai masih bersiaga di daerahnya masing-masing. Banyak warga yang memilih untuk mengungsi ke Masjid Al Fatah dan juga Masjid Jami Kota Ambon. Gubernur Maluku menyebut kericuhan di Ambon saat ini telah mereda.(detik.com)

Polri Minta Masyarakat Ambon Tak Terprovokasi Isu Menyesatkan

JAKARTA | ACEH MINUTES - Polisi menegaskan penyebab kericuhan di Ambon murni karena kecelakaan lalu lintas. Polri pun mengimbau masyarakat di Ambon tidak terprovokasi isu-isu yang menyesatkan.

"Hasil otopsi menyebutkan penyebab kematian kecelakaan murni. Polisi mengimbau agar masyarakat menahan diri, Mabes juga mendukung langkah-langkah tokoh agama untuk meredam," ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (11/9/2011).

Menurut Anton, saat itu seorang warga bernama Darkinsaimen melaju dengan sepeda motor dari atas stasiun menuju Pos Benteng di daerah pembuangan sampah. Dia hilang kendali, lalu menabrak pohon lantas menabrak rumah Okto. 

"Dia dibawa ke RS dan meninggal. Hasil otopsi menyebutkan penyebab kematian kecelakaan murni," jelas Anton. 

Menurut Anton, pihaknya masih mendata jumlah korban dan bangunan yang rusak. Sementara diketahui hanya ada korban luka ringan akibat saling lempar batu antara dua kelompok. Saat ini kericuhan sudah berhasil diredam.

"Malam ini kita kirim pasukan ke sana dari Makassar. Ada 200 polisi. Saat ini keamanan masih dikendalikan Kapolda," tutup Anton.(detik.com)