Kamis, 08 September 2011

Khadafi Bersumpah Kalahkan NATO & Pemberontak Libya

TRIPOLI | ACEH MINUTES - Keberadaan pemimpin Libya Muammar Khadafi belum diketahui. Namun dalam percakapan telepon dengan stasiun televisi Suriah, Khadafi mengaku dirinya masih berada di wilayah Libya. Khadafi pun bersumpah akan mengalahkan NATO dan para pemberontak yang saat ini telah menguasai sebagai besar wilayah Libya.

"Kaum muda sekarang siap untuk meningkatkan perlawanan terhadap 'tikus-tikus' di Tripoli dan akan menghabisi para tentara bayaran itu," cetus Khadafi via telepon seperti ditayangkan stasiun televisi Arrai TV.

"Kami akan mengalahkan NATO... dan NATO ditolak oleh rakyat Libya," tegas Khadafi seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (8/9/2011).

Khadafi juga membantah rumor kepergian dirinya ke negeri tetangga Niger bersama konvoi militer Libya. Dikatakan Khadafi, konvoi militer ke Niger tersebut bukan pertama kali terjadi.

"Konvoi yang masuk dan keluar Niger yang mengangkut barang-barang dan orang-orang di dalam dan luar negeri (Libya), menyebutkan bahwa Khadafi pergi ke Niger," tutur Khadafi.

"Ini bukan kali pertama konvoi kendaraan mobil masuk dan keluar Niger," tandas Khadafi.

Juru bicara Khadafi berulang kali menegaskan bahwa Khadafi masih berada di Libya dan sangat bersemangat. Otoritas Niger juga telah menyatakan bahwa Khadafi tidak berada dalam rombongan tersebut.(detik.com)

Khadafi Dikabarkan Terkepung

TRIPOLI | ACEH MINUTES - Juru bicara pihak Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) mengklaim bahwa pihaknya saat ini berhasil mengepung mantan pemimpin Libya Moammar Khadafi. Tetapi tidak dijelaskan dimana Khadafi berada saat ini.

Anis Sharif menolak untuk memberi tahu dimana Khadafi sudah ditemukan, tetapi dirinya memastikan bahwa mantan penguasa Libya itu masih berada di dalam sekitar wilayah Libya.

Penemuan tempat persembunyian Khadafi ini dibantu oleh alat pelacak berteknologi tinggi dan lewat bantuan informasi intelijen. Menurut Sharif, Khadafi terjebak dalam jarak 60 kilometer dari pihak pasukan NTC.

"Dia tidak bisa keluar. Kami saat mempersiapkan untuk menahan atau memutuskan untuk membunuhnya," ucap Anis Sharif seperti dikutip Associated Press, Rabu (7/9/2011).

Penemukan lokasi persembunyian Khadafi tentunya membantu pihak NTC untuk mengumumkan pemerintah baru dibawa kekuasaan mereka. 

Sementara pengumuman penemuan lokasi Khadafi ini berlangsung setelah sebelumnya konvoi yang terdiri dari pasukan loyalis Khadafi dilacak melewati wilayah perbatasan menuju Niger. 

Pihak Dewan Transisi Nasional tentunya menilai eksodusnya pasukan loyalis Khadafi ke Niger, merupakan sebuah aksi penyelamatan diri besar-besaran.

Keluarnya pasukan Khadafi ke wilayah Niger ini, diakui oleh Massoudu Hassoumi juru bicara Presiden Niger.

Pasukan Niger juga mengawal mantan Komandan Pasukan Revolusi Libya Mansour Dao ke Ibu Kota Niger Niamey. Dao sendiri dikenal sebagai sepupu dari Khadafi yang termasuk di lingkaran dalam kekuasaan Khadafi.(okezone.com)

[PILKADA ACEH] KIP Lanjutkan Tahapan Pilkada 20 September

BANDA ACEH | ACEH MINUTES - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menegaskan tahapan pilkada untuk pemilihan gubernur, wakil gubernur ditambah 16 bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota di Aceh akan dilanjutkan 20 September 2011.

“Kebijakan itu diambil karena 20 September 2011 merupakan batas dari target penyelesaian Raqan Pilkada yang disepakati dalam pertemuan tingkat tinggi di Jakarta 3 Agustus 2011,” kata Ketua KIP Aceh, Abdul Salam Poroh didampingi Wakil Ketua, Ilham Saputra pada jumpa pers di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (7/9). Jumpa pers digelar seusai pertemuan dengan Gubernur, Dirjen Otda Kemendagri, Tim Menkopulhukam, Kapolda, Pangdam, Kajati, dan anggota Muspida Aceh.

Salam Poroh menegaskan, tidak ada penundaan tahapan pelaksanaan pilkada pasca-colling down atau pemberhentian sejenak (jeda) pada 5 Agustus-5 September 2011.

Menurut KIP Aceh, tahapan pilkada yang akan dimulai lagi pada 20 September akan melaksanakan tiga agenda utama yang tertunda pelaksanaannya, yaitu pengumuman daftar pemilih sementara (DPS), pendaftaran calon dari parpol, dan pelaksanaan rekap dukungan calon perseorangan.

Telah mainkan peran
Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Prof Dr Djohermansyah Djohan MA mengatakan, kunjungan kerjanya ke Aceh, Rabu-Kamis (7-8/9) adalah untuk mengevaluasi kegiatan masa cooling down selama sebulan penuh.

Dirjen Otda menilai, selama masa cooling down, masing-masing pihak (eksekutif-legislatif-KIP) telah memainkan perannya masing-masing. Misalnya, DPRA, setelah menerima Raqan Pilkada dari eksekutif telah meneruskan ke Badan Legislasi (Banleg) untuk ditelaah. 

Pada Rabu siang kemarin, Dirjen Otda melakukan pertemuan dengan Pimpinan DPRA, Banleg, dan Pansus III. Dirjen Otda mendapat informasi Raqan Pilkada sedang ditelaah banleg dan hasilnya akan diserahkan ke Pimpinan DPRA, Jumat (9/9). 

Pimpinan DPRA juga sudah menyurati KIP Aceh pada 18 Agustus 2011 mengenai akan berakhirnya masa jabatan gubernur dan wakil gubernur periode 2007-2012 pada 8 Februari 2012. “Ini artinya DPRA telah mempersilakan KIP untuk menjalankan tugas dan fungsinya menyelenggarakan pilkada untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2012-2017,” kata Djohermansyah.

Sedangkan dari Gubernur, Kapolda, Pangdam, Kajati, KIP, dan anggota Muspida Aceh lainnya, Dirjen Otda mendapatkan pernyataan siap melaksanakan Pilkada Aceh secara demokratis, rahasia, jujur, damai, dan berkualitas tanpa kekerasan.

Gunakan yang lama
Dirjen Otda juga menjelaskan, jika sampai 20 September 2011, Raqan Pilkada yang baru belum juga selesai, maka aturan yang dipakai oleh KIP untuk pelaksanaan tahapan pilkada adalah Qanun Pilkada lama (Nomor 7 Tahun 2006) ditambah dengan aturan pilkada secara nasional mengenai hal yang sama yang belum diatur dalam Qanun Pilkada yang lama.

“Semua itu harus berjalan sesuai tahapan. Sebelum masa kerja gubernur dan wakil gubernur yang lama berakhir pada 8 Februari 2012, sudah terpilih gubernur dan wakil gubernur yang baru sehingga kita harapkan tidak perlu ada penjabat gubernur,” demikian Dirjen Otda Kemendagri.

Curhat
Kedatangan tim dari Kemendagri yang dipimpin Dirjen Otda tidak disia-siakan para calon independen yang tergabung dalam wadah Persaudaraan Calon Independen. 

Ghazali Abbas Adan cs curhat ke Dirjen Otda dalam satu pertemuan informal di ruang lobi Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (7/9) sore. Suasana pertemuan berlangsung hangat, dinamis, dan terkesan agak santai yang sesekali diselingi gelak tawa.

Prof Djohermansyah tiba di lobi hotel sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung disambut hangat oleh Persaudaraan Calon Independen yang diwakili Ghazali Abbas Adan bersama rekan-rekan, antara lain H Rusli Muhammad (kandidat Bupati Aceh Besar), Munir Aziz (kandidat Walikota Sabang) dan pasangan calon Independen dari Pidie, Salman Ishak/Saifuddin Harun. Hadir juga Kepala Badan Kesbang Linmas Bustami Usman.

Begitu tiba, kedua pihak langsung menuju sebuah tempat di sudut ruang lobi dengan meja dan kursi seadaanya seperti yang tersedia di hari-hari biasa tanpa ada persiapan khusus. 

Minta ketegasan
Ghazhali Abbas yang maju mencalonkan diri sebagai kandidat bupati Pidie mengatakan, suasana pilkada di Aceh sebetulnya tidak ada sesuatu yang krusial hingga sampai menyita begitu besar perhatian pemerintah. 

Dia juga menampik adanya konflik regulasi pilkada yang selama ini dianggap sebagai “biang” persoalan yang membuat pilkada berjalan tersendat-sendat sampai harus terjadi penghentian tahapan (colling down).

“Sebetulanya tidak ada konflik regulasi di Aceh, yang ada hanya kepentingan segelintir kelompok kecil,” kata mantan anggota MPR RI asal Aceh ini. Menurut Ghazali, pemerintah pusat perlu melihat persoalan pilkada di Aceh secara jernih agar kepercayaan masayarakat Aceh kepada pemerintah tetap terjaga. Penegasan senada disampaikan Rusli Muhammad. “Pemerintah sepatutnya mendorong agar calon independen dapat ikut dalam pilkada, dan menjadi bagian dari regulasi yang diatur dalam qanun,” kata Rusli.(serambinews.com)

Subulussalam Terbelah

SUBULUSSALAM | ACEH MINUTES - Ekses gempa berkekuatan 6,7 SR pada Selasa (6/9) dini hari bukan hanya merenggut korban jiwa dan merusak bangunan milik masyarakat maupun fasilitas publik lainnya, bahkan Bumi Subulussalam yang merupakan salah satu kawasan terdekat dengan pusat gempa ikut terbelah di beberapa bagiannya. 

Pantauan Serambi, rongga memanjang yang membentuk belahan terlihat antara lain pada badan jalan nasional Aceh-Sumut sepanjang tidak kurang empat kilometer, tepatnya di sekitar tanjakan dan tikungan Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Kadis PU Kota Subulussalam, Anasri ST kepada Serambi, Rabu (7/9) mengatakan, jika dalam seminggu ke depan tidak ada perbaikan jalur utama Aceh-Sumut itu, diyakini akan memunculkan persoalan serius di bidang transportasi. “Kami sudah laporkan masalah ini ke BMCK Aceh,” kata Anasri.

Ada puluhan titik rekahan badan jalan maupun di luar badan jalan akibat gempa yang memunculkan kepanikan luar biasa itu. Rongga memanjang berbentuk parit itu rata-rata selebar enam centimeter dengan kedalaman mencapai 1,5 hingga 2 meter. Bahkan pada salah satu ruas yang terbilang parah ketika diinjak seperti mengeper sehingga dikuatirkan akan ambruk bila dilindas oleh kendaraan berat. 

Titik-titik bumi yang terbelah tersebut terjadi sejak dari Jembatan Lae Terutung, Perkebunan PT Laot Bangko hingga tanjakan menikung Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat. 

Selain itu, dua tanggul yang baru dibangun di sekitar Jongkong, Desa Singgersing juga ambruk. Sebelumnya, tanggul tersebut juga sempat ambruk sebelum selesai dikerjakan. Sedangkan di tikungan menanjak Simenjeren, Desa Singgersing terjadi longsor yang menimbun badan jalan sepanjang sekitar enam meter dan menutup setengah badan jalan. 

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti SH didampingi LO Polres Kota Subulussalam Kompol Mirwazi, Pabung TNI Mayor M Saying, dan Wakil Ketua DPRK Karlinus, Ketua Komisi B Netap Ginting dan Kadis PU Anasri meninjau jalan nasional yang terbelah itu. Wali Kota langsung menghubungi Kadis BMCK Aceh melalui telepon melaporkan kondisi di lapangan. “Ini harus segera dicegah, kalau melihat kondisi jalan ini truk tidak bisa lewat, harus dibatasi nanti,” kata Merah Sakti.

Bantuan tiba
Kabag Humas pada Biro Hukmas Setda Aceh, Usamah Elmadny kepada Serambi melaporkan, bantuan masa panik dari Pemerintah Aceh untuk korban gempa Singkil dan Subulussalam telah tiba di lokasi, Rabu (7/9) pagi. 

Menurut Usamah dengan mengutip keterangan Kadis Sosial Aceh, Nasir Gurumud, bantuan tahap pertama yang diberangkatkan pada Selasa malam berupa 10.000 butir telur, 500 dus mi instan, 1.200 kaleng ikan sarden, 300 liter minyak goreng, 1.000 lembar kaos kerah, 1.000 lembar daster, 200 paket family kits, 100 lembar terpal biru, 100 lembar matras, 200 paket foodware, dan 600 kilogram ikan asin telah tiba di Subulussalam dan telah disalurkan untuk korban, baik di Subulussalam maupun Singkil.

Pada Rabu siang kemarin, tim Dinsos Aceh bersama BPBA juga bergerak ke zona bencana untuk memastikan semuanya tertanggulangi dengan baik. Dalam rombongan tersebut, ikut serta dua orang perwakilan Dirjen Kebencanaan Depsos RI yang akan melakukan pemantauan. 

“Gubernur Aceh, sedianya akan berangkat juga kemarin untuk memimpin rombongan, akan tetapi sehubungan adanya kunjungan penting dari Atase Militer Singapura, serta pertemuan dengan Dirjen Otda Kemendagri, maka beliau terpaksa menunda keberangkatannya dan mendelegasikan tugas dan tanggung jawab kepada SKPA terkait,” ujar Usamah. “Pak Gubernur akan tetap ke Aceh Singkil dalam 1-2 hari ini,” kata Usamah.

Tidak belajar
Sedikitnya 524 siswa dari empat sekolah di Kota Subulussalam, Rabu (7/9) belum bisa melakukan proses belajar mengajar (PBM) karena bangunan sekolah rusak parah.

Sekretaris Disdik, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Subulussalam, Asmial, SPd MPd mengatakan, keempat sekolah yang belum bisa PBM tersebut masing-masing SDN 2 Runding (168 murid), SDN Pasir Panjang (178 murid), dan SDN Lae Langge (84 murid). “Solusi secepatnya adalah sekolah darurat atau tenda agar anak-anak tetap bisa belajar,” kata Asmial.

Data kerusakan
Hingga hari kedua pascagempa, data yang diperoleh Serambi dari Posko Penanggulangan Bencana Subulussalam mencatat jumlah rumah penduduk yang rusak mencapai 2.281 unit (133 rusak berat). Sekolah yang rusak 74, dengan rincian 48 rusak berat, 26 rusak ringan. Selain itu, 31 rumah ibadah atau musalla rusak berat, 49 rusak ringan, dan tujuh rusak sedang. 

Sebanyak 8 kantor pemerintahan rusak ringan dan 3 rusak berat. Lima puskesmas rusak ringan, satu rusak berat, dan satu rusak sedang. Rumah dinas sebanyak 16 unit masing-masing 9 rusak ringan, 5 rusak sedang, dan 2 rusak berat.(serambinews.com)

Duta Aceh Untuk PPI 2011; Cut Nyak Dhien, Ogah tanpa Jilbab

ACEH MINUTES | PERTENGAHAN Agustus 2011, gadis manis kelahiran 12 November 1989 yang bernama lengkap Cut Nyak Dhien Haiva itu menerima telepon dari Yayasan El Jhon, Jakarta, selaku penyelenggara pemilihan Puteri Pariwisata Indonesia (PPI) 2011. Pihak yayasan mengabarkan kalau Cut Nyak Dhien yang akrab disapa Pocut terpilih sebagai PPI Perwakilan Aceh 2011. Sedangkan pada 2010, anak bungsu dari pasangan T Anwar Haiva-Siti Nurillah ini dinobatkan sebagai runner up Duta Pariwisata Aceh yang digelar di Banda Aceh.

Sesaat mendapat kabar terpilih sebagai PPI 2011, gadis yang fasih berbahasa Inggris ini mengaku senang sekaligus gusar. Soalnya, pihak penyelenggara pada awalnya sempat mengatakan tidak boleh mengenakan jilbab. “Karena dibilang begitu, langsung saya bilang nggak mau ikut. Akhirnya, pihak penyelenggara mengubah keputusan. Saya tetap dibolehkan mengenakan jilbab,” ujar mahasiswi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe jurusan Ilmu Komunikasi ini ketika bincang-bincang dengan Serambi, di rumahnya, Jalan Kenari Nomor 15 A, Uteun Bayi, Kota Lhokseumawe, Rabu (7/8) pagi. 

Pocut dipastikan menjadi peserta PPI 2011 yang akan bersaing dengan 36 peserta lainnya dari seluruh provinsi di Indonesia. Sesuai jadwal yang ditetapkan panitia, dirinya masuk karantina pada 13 September-23 september 2011 di Hotel Merlyn Park. Sedangkan final dijadwalkan Sabtu malam, 24 September 2011 yang akan disiarkan secara langsung di ANTV. 

Pocut berharap dukungan seluruh masyarakat Aceh untuk bisa tampil sebagai yang terbaik di even nasional PPI 2011. Caranya dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya (ketik PPI (spasi) Aceh kirim ke 9011. “Saya akan berangkat dari Lhokseumawe ke Medan, hari Sabtu 10 September dan selanjutnya terbang ke Jakarta. Doakan ya,” pintanya.(serambinews.com)