Sabtu, 03 September 2011

Dua Tewas, Satu Luka Ringan

MEUREUDU | ACEH MINUTES - Kecalakaan lalu lintas antara mobil penumpang umum jenis L-300 dengan sepeda motor di lintasan jalan raya Banda Aceh-Medan kawasan Ulim, Pidie Jaya (Pijay), Sabtu (3/9) pagi menyebabkan dua orang meninggal di tempat dan satu lainnya luka ringan.

Data dari pihak kepolisian menyebutkan, mereka yang meninggal adalah, Zulfahmi (20), warga Desa Rawa Itek Panton Labu Aceh Utara dan satu lagi bernama Khaidir (18), penduduk Gampong Darussalam Kecamatan Samalanga, Bireuen. Sementara korban luka ringan yaitu, Maksalmina (20), warga Desa Cot Sireuen juga asal Samalanga. Hari itu juga korban diantar ke kampong halamannya.(serambinews)

Lakalantas Renggut Delapan Nyawa

Foto: Taufik Zass/serambi
BLANGPIDIE | ACEH MINUTES – Lebaran hari pertama di Aceh ditandai dengan tragedi jalan raya berupa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di tiga titik terpisah yang sedikitnya menyebabkan delapan nyawa manusia melayang. Masing-masing empat di Aceh Baratdaya (Abdya), dua nyawa melayang di Kota Lhokseumawe, serta dua nyawa prajurit TNI dalam laka lantas di Pidie Jaya.

Peristiwa yang merenggut nyawa di wilayah hukum Abdya itu terjadi pukul 14.30 WIB, Kamis (1/9) di Persimpangan Cot Manee, Kecamatan Jeumpa, Abdya. Tiga dari empat korban lakalantas, yakni Masril alias Buyung (47) dan istrinya Yurisma (43) serta Mursalin (17), tewas di tempat. Sedangkan Yeyen (21) yang dibonceng Mursalin, keduanya warga Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, meninggal setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Abdya. 

Tabrakan itu terjadi dalam posisi “laga kambing” (berhadap-hadapan). Dikisahkan, pasangan Masril-Yurisma yang merupakan warga Dusun Karya Budi, Gampong Suka Karya, Kecamatan Simeulue Timur, berboncengan naik sepeda motor (sepmor) jenis Supra X 125 BL 6224 SM. Sementara dari arah berlawanan, Mursalin membonceng Yeyen naik sepmor Honda Supra Fit BL 4778 CO.

Setiba di depan Masjid Jamik An-Naja, tepatnya di Perempatan Cot Manee, keduanya tabrakan laga kambing. Serta-merta Supra X 125 yang melaju dari arah Meulaboh ke Blangpidie dan Supra Fit yang melaju dari arah Blangpidie ke Meulaboh terpelanting ke pagar masjid. Para pengendaranya kritis. “Selang beberapa saat kemudian, tiga dari empat korban meninggal di tempat. Hanya satu yang sempat dilarikan ke RSUD Abdya,” ujar seorang warga saat ditanyai Serambi.

Tapi Yeyen yang dilarikan ke RSUD Abdya itu pun nyawanya tak tertolong, meski sempat ditangani intensif oleh paramedis. Kapolres Abdya, AKBP Drs Subakti yang dikonfirmasi Serambi melalui Kepala Pos Polisi (Kapospol) Subsektor Jeumpa, Bripka Zahirin SH mengakui adanya kejadian itu. Menurutnya, keempat jenazah korban lakalantas itu sudah dibawa pulang ke rumah duka untuk dikembumikan. “Jenazah korban asal Simeulue Timur itu dibawa pulang ke Kampung Belakang, Meulaboh, sedangkan yang duanya lagi dibawa pulang ke Babahrot,” ujar Bripka Zahirin SH. Sedangkan barang buktinya berupa dua sepmor untuk sementara waktu masih diamankan di Polres Abdya.

Ingin berlebaran
Dari Meulaboh dilaporkan, Masril dan Yurisma yang meninggal dalam tabrakan maut itu sebetulnya ingin berlebaran ke Abdya, mengunjungi saudaranya di Lama Inong. Mereka naik sepmor dari Meulaboh, Aceh Barat. Di Aceh Barat, pasangan suami-istri (pasutri) itu tinggal di Lorong Permata Desa Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan.

Pasutri itu meninggalkan empat anak, semuanya perempuan. Jenazah keduanya tiba Kamis sekitar pukul 22.00 WIB di rumah duka, Desa Kampung Belakang dan langsung dikebumikan di perkuburan umum desa setempat. Masril alias Buyung sehari-hari bekerja sebagai rekanan di Simeulue, sedangkan istrinya ibu rumah tangga.

Laka di Lhokseumawe
Dari Kota Lhokseumawe dilaporkan, tabrakan maut antarsepmor pada malam menjelang Hari Raya Idul Fitri, Rabu (31/8), terjadi di jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Blang Pria, Kecamatan Samudera Geudong, Aceh Utara. 

Dalam peristiwa itu seorang pelajar, Ramli (14), asal Kayee Panyang, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara yang mengendara sepmor jenis Mio BL 6761 GR, meninggal. Demikian pula Saiful Bahri (19), mahasiswa asal Desa Alue Udep, Kecamatan Ranto Peurelak, Aceh Timur, yang mengendara sepmor jenis Mega Pro BL 5568 DA dan tabrakan dengan sepmor Ramli. 

Satu-satunya yang selamat dalam peristiwa itu adalah Husaini (19) asal Desa Tanjong, Aceh Timur yang berboncengan dengan Saiful Bahri. Ia hanya mengalami luka ringan. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso, melalui Kasat Lantas AKP Aji Purwanto mengakui insiden jalan raya berujung maut itu.

Nahas prajurit Zipur
Dari Meureudu dilaporkan, nasib naas menimpa dua anggota TNI dari Yon Zipur Indrapuri, Aceh Besar, yakni Prada Teguh Arianto (27) dan Pratu Indra Septianto (25), Rabu (31/8) sekira pukul 20.30 WIB. Kedua prajurit itu tewas seketika setelah sepeda motor jenis Tiger yang dikendarainya terserenpet dengan mobil dan bertabrakan sesama sepmor di seputar Gampong Peurade, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya.

Kasat Lantas Polres Pidie, AKP Abdullah AR S Sos kepada Serambi, Kamis (1/9) mengatakan, insiden merenggut nyawa dua anggota Yon Zipur tersebut berawal saat keduanya meluncur darai arah Banda Aceh menuju Medan dengan menggunakan Sepmor Honda jenis Tiger BL 4754 JA yg dikendrai oleh Teguh Arianto bersama rekan boncengan, Indra Septianto.

“Persis di Gampong Parade, Panteraja, Pijay keduanya tersenggol dengan mobil Escudo BL 609 PZ yang dikemudikan Aipda Maimun Azhari (anggota Polsek Ulim) sehingga laju sepmornya oleng ke kanan,” sebutnya.

Sementara dari arah berlawanan, muncul sepmor jenis Supra Fit BL 3611 PW yg dikendarai oleh Abdussalam (28) warga Gampong Rawa Sari Kecamatan Tringgdeng kab Pijay bersama rekan boncengan Mista Jamba (23) warga Gampong Kaye Jatoe, Kecamatan Bandar Baru, Pijay.

Kedua kendaraan terlibat laga kambing sehingga dua anggota Yon Zipur tersebut terpelanting keras ke badan jalan dan mengalami pendarahan hebat. Namun, selang beberapa jam kemudian mereka menghembuskan nafas terakhir usai dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli, Pidie.

Sedang rekan kontra Supra Fit mengalami luka ringan pada lengan dan badan. “Semua kendaraan yakni dua unit sepmor dan mobil Eskudo telah kita amankan di Mapolsek Panteraja untuk penyidikan lebih lanjut,” tukasnya. (serambinews)

Jatuh disenggol becak, lalu disambar mobil

ilustrasi
LHOKSEUMAWE | ACEH MINUTES – Tim Polres Aceh Utara menurunkan tim ke Aceh Timur menyelidiki kasus tewasnya IRT Chairiah (32) yang disebut-sebut ditabrak oknum polisi, Brigadir Fakhrurrazi, anggota Polres Aceh Utara. Ternyata hasil penyidikan, Chairiah jatuh atas sepeda motor suaminya M Jamil setelah tersenggol dengan becak.

Wakapolres Aceh Utara, Kompol Sigit Ali Ismanto mengatakan, kronologis kejadiannya bukan mutlak kesalahan anggotanya, tapi awalmulanya suami korban tersenggol becak yang satu arah dari Medan menuju banda Aceh.

Sementara Fakhrurrazi arah Banda Aceh ke Medan, namun karena korban jatuh ke samping kanan, terkena senggolan dengan mobil sedan yang berjalan sesuai jalurnya sebelah kiri. Korban akhirnya meninggal setelah tiba ke puskesmas, kata Sigit Ali.

“Kami telah menanyakan langsung ke petugas lantas Kuta Binje Julok Aceh Timur, dimana lokasi kejadian, mereka turun ke TKP ambil data dan saksi mata saat kejadian,” kata Waka Polres. Namun, sekarang mobil Fakhrur masih dalam proses secara hukum, kita tetap melakukan sesuai aturan yang berlaku, kata Sigit tadi malam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Chairiah warga Grong-grong tewas ditabrak di depan SPBU Kuta Binje Julok, yang diduga mobil anggota Polres Aceh Utara. Namun, setelah dicek ternyata peristiwa itu terjadi berawal dari sebuah becak yang kemudian korban jatuh dan terenggol dengan mobil. “Berarti tidak mutlak kesalahan mobil,” ujar Sigit. (waspadaonline)

H+2, Stok Darah PMI Menipis

SURABAYA | ACEH MINUTES - Persedian kantong darah di PMI Cabang Surabaya hingga H+2, jumlahnya masih membuat resah. Pasalnya, persedian kantong darah segar (WB) dan trombosit jauh di bawah persediaan normal. Sedangkan, PRC lebih dari normal.

Data dari PMI Surabaya, stok darah WB sebanyak 109 kantong terdiri dari golongan darah A 16 kantong, B 15 kantong, AB 2 kantong dan O 76 kantong. Trombosit sebanyak 83 kantong terdiri dari golongan darah A 16 kantong, B 14 kantong, AB 3 kantong dan O 50 kantong.

Sedangkan jenis darah PRC sebanyak 276 kantong terdiri dari golongan darah A sebanyak 69 kantong, B 67 kantong, AB 27 kantong dan O 112 kantong.

"Ya masih ketir-ketir. Seharusnya, persediaan WB normalnya 300 kantong lebih. Trombosit 100 ketas. Kalau PRC lebih, normalnya di atas 100," ujar Humas PMI Surabaya, Agung Tri Jutanto, Jumat (2/9/2011).

Permintaan darah untuk RSU dr Soetomo Surabaya sekitar 60 persen. Sedangkan sisanya, 40 persen untuk rumah sakit daerah dan swasta di Surabaya maupun di luar kota Surabaya, baik dalam provinsi maupun antar provinsi.

Menurutnya, persediaan darah saat ini untuk memenuhi kebutuhan di Surabaya dinilai masih cukup. Namun, PMI Surabaya tidak bisa memenuhi permintaan dari daerah di Jawa Timur maupun luar Jatim.

"Kalau Surabaya saja masih cukup. Tapi kalau luar Surabaya, masih belum mencukupi," tuturnya.

Selama bulan ramadan, PMI Surabaya sudah mengeluarkan 900 kantong darah dari berbagai jenis baik WB, Trombosit maupun PRC. Biasanya, kata Agung, setiap hari permintaannya baik dari Surabaya maupun luar Surabaya sebanyak 300 kantong.

Hingga saat ini rata-rata per hari ada 150 hingga 200 pendonor. Menurutnya, kondisi tersebut sudah bagus. Namun, pihaknya setelah lebaran ini akan jemput bola yakni donor darah alumni SMAN 7 Surabaya di Jalan Ngaglik dan SMAN 6 di Jalan Pemuda Surabaya.

"Kita kalau kepepet persediaan menipis, harus donor pengganti, misalnya dari keluarga pasien. Selama kita masih bisa melayani, ya nggak perlu (donor pengganti)," jelasnya. (detik.com)

Indonesia Dikalahkan Iran 0-3

AFP/Javid Nikpour
TEHERAN | ACEH MINUTES - Tim nasional Indonesia tak berhasil mencuri poin pada partai perdananya di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Bertandang ke markas Iran, tim Garuda takluk 0-3.

Bertanding di Azadi Stadium, Jumat (2/9/2011) malam WIB, Indonesia tak bisa menurunkan kekuatan terbaik. Boaz Solossa, Ahmad Bustomi, dan Muhammad Nasuha absen dengan alasan beragam.

Meski demikian, tim 'Merah Putih' masih mampu menahan serangan-serangan tuan rumah pada babak pertama. Hingga turun minum, skor 0-0 belum berubah.

Pada babak kedua, pertahanan Indonesia goyah juga. Tiga gol pun bersarang di gawang Markus Horison. Dua lewat sundulan Javad Nekounam, satu lainnya oleh Andranik Teymourian.

Dengan kekalahan ini, Indonesia untuk sementara menghuni posisi juru kunci Grup E dengan poin nol. Iran di puncak klasemen dengan poin tiga.

Jalannya pertandingan

Pada menit-menit awal, tim tuan rumah mendominasi penguasaan bola dan mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Tapi, Markus Horison dan bek-bek Indonesia masih mampu menangkalnya.

Pada menit ke-23, sebuah pelanggaran di depan kotak penalti Indonesia berbuah tendangan bebas untuk Iran. Tapi, eksekusi Javad Nekounam masih melambung.

Empat menit berselang, gawang Markus kembali terancam. Kali ini, sepakan keras Ghasem Hadadifar yang masih melenceng di samping gawang.

Menit ke-31, upaya Mohammad Reza Khalatbari juga belum membuahkan hasil. Sontekannya meneruskan umpan silang Mehrdad Pooladi masih melambung tipis.

Lima menit kemudian, Indonesia mendapatkan peluang. Kerja sama Cristian Gonzales dan Bambang Pamungkas dituntaskan oleh nama terakhir dengan sepakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Tapi, bola masih melambung.

Iran sepertinya benar-benar berusaha memanfaatkan keunggulan postur mereka. Pada menit ke-39, sundulan Farhad Majadi masih belum menemui sasaran.

Dua menit jelang jeda, Markus berhasil menyelamatkan gawang Indonesia. Tendangan bebas Nekounam bisa dibaca dengan baik oleh kiper berkepala pelontos ini.

Hingga babak pertama usai, skor masih 0-0.

Pada awal babak kedua, taktik Iran masih sama. Mereka masih mengandalkan umpan-umpan silang ke mulut gawang Indonesia.

Taktik ini berbuah gol pada menit ke-53. Menyambut tendangan bebas rekannya, Nekounam berhasil menyundul bola dan mengarahkannya ke pojok gawang Markus.

Pada menit ke-61, Muhammad Ilham melakukan aksi individu dari lini tengah. Setelah melewati beberapa pemain, dia melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Hasilnya? bola masih melambung.

Dua menit berselang, Gholam Reza Rezaei menjajal peruntungannya. Tapi, tendangannya dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Markus.

Indonesia kebobolan lagi pada menit ke-74. Bermula dari tendangan bebas Andranik Teymourian, sundulan Nekounam lagi-lagi bersarang di gawang Markus.

Empat menit jelang berakhirnya waktu normal, giliran Teymourian yang menjebol gawang Indonesia. Tembakan kerasnya meneruskan operan Mohammad Hosseini tak mampu diantisipasi oleh Markus.

Susunan pemain:
Iran: Mahdi Rahmati, Khosro Heidari, Jalal Hosseini, Hadi Aghili, Javad Nekounam, Ghasem Hadadifar (Andranik Teymourian 70'), Mehrdad Pooladi, Farhad Majidi, Ali Karimi, Mohammad Reza Khalatbari (Ehsan Haji Safi 65'), Gholam Reza Rezaei (Mohammad Hosseini 64')

Indonesia: Markus Horison, Zulkifli Syukur, Benny Wahyudi, Muhammad Roby, Hamka Hamzah, Hariono, Firman Utina (Oktovianus Maniani 81'), Muhammad Ridwan, Muhammad Ilham (Irfan Bachdim 61'), Bambang Pamungkas, Cristian Gonzales (detik.com)