Kamis, 11 Agustus 2011

Nazaruddin Sudah Mau Terbang ke Bahama


BOGOTA — Pada waktu penangkapan, Muhammad Nazaruddin ternyata ditemani dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan. Salah satunya bernama Nasir dan satu lagi diperkirakan istri Nazaruddin, Neneng.

"Menurut polisi yang menangkap Nazaruddin, ada satu orang bernama Nasir dan satu lagi perempuan yang diperkirakan istrinya," kata Michael.Demikian dikatakan Duta Besar RI untuk Kolombia Michael Menufandu kepada wartawan KompasPrasetyo Eko P di Bogota, Rabu malam atau Kamis (11/8/2011) siang WIB.

Dua orang itu tidak ditangkap karena polisi tidak menemukan pelanggaran hukum. Saat ditangkap, mereka tengah menunggu pesawat carter yang akan membawa mereka ke sebuah pulau di Kepulauan Bahama.
Sumber : Kompas.com

KY Minta 3 Hakim Antasari Dinonpalukan 6 Bulan karena Langgar Kode Etik

Jakarta - Komisi Yudisial (KY) sudah mengeluarkan rekomendasi terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh hakim kasus mantan ketua KPK Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tiga hakim yang menangani perkara tersebut harus dinonpalukan selama 6 bulan.

"Rekomendasi nonpalu selama 6 bulan," kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh kepada detikcom, Kamis (11/8/2011).

Keputusan ini diambil dalam rapat pleno yang digelar pada Selasa 9 Agustus lalu. Dalam rapat itu disimpulkan terjadi pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim oleh hakim Herri Swantoro, Prasetyo Ibnu Asmara, dan Nugroho Setiaji.

"Ada 10 poin saya kira soal ketelitian, profesionalitas dan imparsialitas," terangnya.

Imam menjelaskan, berbagai dugaan pelanggaran seperti mengabaikan barang bukti dan saksi meringankan termasuk dalam unsur profesionalitas. Itu menjadi salah satu pertimbangan para komisioner.

Apakah rekomendasi ini mempengaruhi putusan PK Mahkamah Agung? Imam menyerahkan hal tersebut pada hakim MA. Yang jelas, rekomendasi KY akan dibahas lebih lanjut di tingkat majelis kehormatan hakim bersama MA.

"Setelah inkracht di MKH baru menjadi putusan yang resmi. Kalau untuk putusan PK tergantung hakimnya. Apakah ini juga nanti dimasukkan dalam memori PK, tergantung kuasa hukumnya," lanjut Imam.

Antasari Azhar divonis bersalah atas pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, sehingga harus meringkuk di penjara selama 18 tahun. Namun pengacara Antasari mencium berbagai kejanggalan terkait putusan pada kliennya.

Salah satu kuasa hukum Antasari, Maqdir Ismail, menyampaikan salah satu kejanggalan yang mencuat antara lain tentang raibnya baju korban dan macetnya pistol yang dijadikan sebagai barang bukti. Kubu Antasari lantas mengadu ke KY.(mad/nrl)
Sumber : detik.com

Forkab: Kodim Punya Itikad Baik

Sabang | Forum Komunikasi� Anak Bangsa (Forkab) Kota Sabang menilai Kodim 0112/Sabang mempunyai itikad baik dan berupaya untuk melestarikan aset sejarah yang saat ini terkesan tidak terpelihara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forkab Sabang Ismed Ibrahim, Rabu (10/8) menanggapi pemindahan meriam peninggalan Jepang di beberapa lokasi Wisata Kota Sabang yang dilakukan Kodim 0112/Sabang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tindakan Kodim 0112/Sabang merupakan tindakan positif yang patut diambil contoh, karena Kodim juga merupakan unsur pemerintah yang mempunyai hak yang sama untuk melindungi aset-aset sejarah di Sabang.

Hanya saja kurang koordinasi, tapi apa yang sudah dilakukan sudah benar. Dengan demikian aset tersebut dapat terus terjaga dengan baik dan dapat dinikmati oleh generasi penerus,” tandas Ismet.

Sebagai putra kelahiran Sabang, Ismed sangat paham, karakter masyarakat Sabang dan pemerintah tidak banyak berbuat untuk melindungi aset bersejarah tersebut. Bahkan, kata dia, dari jumlah ratusan sekarang hanya tinggal puluhan meriam yang diketahui keberadaannya.

TNI ini unsur pemerintah dan pelaku sejarah itu sendiri, jadi sudah sepatutnya mereka mempunyai kewajiban untuk melakukan penanganan, pemeliharaan, pelestarian bahkan pemugaran. Hal itu juga diatur serta dibenarkan oleh undang-undang, tambahnya.

Lebih jauh, Ismed mengajak seluruh unsur masyarakat Sabang sama-sama mendukung program pelestarian yang dilakukan dan diplopori oleh Kodim 0112/Sabang yang telah bersedia meluangkan waktu tenaga dan pikiran untuk melakukan pemugaran aset bersejarah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pihak Kodim 0112/Sabang memindahkan meriam peninggalan Jepang di Anoi Itam, Cot Labu dan Ie Meule Kota Sabang. Meski berdalih untuk menyelamatkan aset sejarah, sikap anggota TNI itu menuai kecaman dari sejumlah kalangan masyarakat Sabang.(crz)

Sumber Harian Aceh.com

Dikejar WH, Geusyik Gudang Nyebur ke Laut

LHOKSEUMAWE - Tidak ada pilihan lain, alternatifnya ya menceburkan diri ke laut. Inilah yang dilakukan M Gade (40), warga Desa Pusong Baru, Lhokseumawe, ketika dikejar anggota Satpol PP dan WH, Rabu (10/08) sekitar pukul 11.05 WIB.

Satpol PP dan WH mengejar Gade karena gubuk miliknya di dekat pantai kawasan KP3 Lhokseumawe menjadi tempat berkumpul sejumlah nelayan, termasuk oknum aparat keamanan yang tidak berpuasa. Di gubuk kecil itulah mereka makan, minum dan merokok, saban siang.

Gade merupakan kepala gudang ikan jemur. Oleh masyarakat setempat, Gade dipanggil dengan sebutan Geusyik Gudang.

Gade terus saja berlari ke arah tanggul. Pria berbadan lebar yang tidak memakai baju ini sempat kesulitan melewati batu besar yang menjadi bangunan tanggul. Dua anggota Satpol PP dan WH berupaya menangkap. Tapi terlambat. Ceubruuum... Gade terjun ke laut.

Badannya yang berat tidak tenggelam. Malah mengapung di permukaan air. Lalu, ia berenang sejauh sepuluh meter. Entah karena lelah, Gade kembali ke tepi. Duduk di bebatuan kaki tanggul laut. Anggota Satpol PP dan WH melambaikan tangannya ke arah Gade sebagai isyarat agar ia naik ke pantai.

“Apa kejar-kejar saya. Saya cuma duduk saja tadi,” kata Gade sembari melompat lagi ke laut. Lima detik kemudian, ia kembali ke tepi. “Ho peng lon (kemana uang saya),” tanya Gade kepada dirinya sendiri.
“Itu lihat di belakang,” seru seorang anggota Satpol PP. Gade berenang. Secepat kilat, tangannya menyambar selembar uang Rp50 ribu yang terombang-ambing di atas gelombang laut.
Satpol PP dan WH masih menunggu. Di atas tanggul sudah ramai nelayan bersama para bocah. Mereka menonton. Tak ada komentar.

Walau Gade akhirnya naik. Tapi menjauh dari tempat berdiri Satpol PP dan WH. Lalu, ia kembali mengambil langkah seribu. Satpol PP dan WH tak tinggal diam. Mereka kompak mengejar. Gade yang perutnya buncit, terkapar di sudut rumah seorang nelayan. Satpol PP langsung memborgol tangan Gade.

“Jangan borgol tangan saya, ini seperti maling,” keluh Gade sembari meronta. Satpol PP dan WH mengepungnya. Ramai warga juga mendekat.

Seorang perempuan paruh baya memeluk Gade. Memberi perlindungan.
“Jangan pukul abang saya,” katanya.

“Tidak kami pukul, hanya kami bawa untuk diberi pembinaan,” timpal seorang anggota WH. Perempuan itu masih menjerit. Memohon belas kasihan.

Gade yang basah kuyup menolak bangun kalau tangannya masih diborgol. Satpol PP melepaskan borgol itu. Gade digiring ke sebuah sumur. Mandi. Adiknya yang perempuan mengambil pakaian lain. lantas Gade dibawa ke mobil patroli.
sumber: atjehpost.com

Ahmadinejad desak PBB Turun tangan di Inggris

TEHERAN - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar segera bertindak menyikapi kerusuhan yang terjadi di Inggris.

Presiden Ahmadinejad juga menyerukan Inggris agar mendengarkan tuntutan rakyatnya.

"Hal berat apalagi yang harus memaksa Dewan Keamanan PBB bertindak," ujar Ahmadinejad seperti dikutip Associated Press, Rabu (10/8/2011).

Ahmadinejad juga mengkritisi Pemerintah Inggris yang melakukan tindakan keras terhadap para demonstran. Presiden Iran itu juga menyatakan, oposisi Inggris yang sebenarnya adalah mereka yang diserang oleh polisi Inggris.

Anggota Parlemen Iran sebelumnya juga mengancam akan mendesak Kemenlu Iran untuk menutup kantor Kedutaan Besar Inggris yang ada di Teheran bila Inggris tidak menjelaskan detil kasus penembakan Mark Duggan, seorang warga kulit hitam asal Inggris.

Iran pun menyatakan, pembunuhan Duggan merupakan pelanggaran HAM dan memiliki unsur rasial. Iran sangat kecewa dengan terjadinya insiden ini di Inggris.
Ibu Kota Inggris dalam beberapa hari ini dilanda kerusuhan. Kerusuhan tersebut dimulai pada Sabtu pekan lalu dan terus memanas hingga saat ini. Kerusuhan ini dipicu ketika terjadi penembakan yang dilakukan oleh polisi terhadap Mark Duggan.
Kerusuhan juga merebak hampir di banyak kota besar di Inggris. 

sumber: okezone